Pangdam Diponegoro Minta Satuan Perbaiki Tertib Administrasi Usai Evaluasi Progjagar

Pangdam Diponegoro Minta Satuan Perbaiki Tertib Administrasi Usai Evaluasi Progjagar

Semarang, KARONESIA.com – Belanja modal Kodam IV/Diponegoro baru terserap 17,63 persen hingga akhir Juli 2026, jauh tertinggal dibanding belanja pegawai yang sudah mencapai 72,79 persen. Kesenjangan ini menjadi salah satu sorotan dalam rapat evaluasi Program Kerja dan Anggaran (Progjagar) Semester I Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aula Makodam, Senin (10/8/2026).

‎Rapat yang dipimpin langsung oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., ini mencatat realisasi anggaran keseluruhan satuan sudah mencapai 66 persen per 31 Juli 2026. Selain belanja pegawai dan belanja modal, pos Belanja Barang tercatat terserap 51,11 persen.

‎Angka-angka tersebut tidak berdiri sendiri. Realisasi anggaran berjalan beriringan dengan sejumlah program prioritas yang tengah digarap Kodam IV/Diponegoro, mulai dari pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), pembangunan Jembatan Garuda, hingga penyiapan Brigif TP dan Yonif TP di wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta.

‎Pangdam menyoroti bahwa dinamika semester pertama menuntut kemampuan satuan untuk beradaptasi cepat. Efisiensi anggaran, perubahan kondisi global, kenaikan biaya operasional, hingga pelemahan nilai rupiah disebut turut memengaruhi pelaksanaan program di lapangan.

‎Bukan hanya soal besaran serapan, evaluasi kali ini juga menyasar bagaimana tiap satuan menjaga agar program tetap mencapai sasaran. Perencanaan yang matang, menurut Pangdam, harus berjalan seiring dengan pengendalian dan pemanfaatan sumber daya yang tepat.

‎Beberapa persoalan teknis turut mengemuka dalam forum tersebut. Masih ada temuan hasil audit yang belum tuntas, penyerapan anggaran yang belum sepenuhnya sesuai Rencana Penarikan Dana (RPD), serta perencanaan belanja pegawai yang kurang cermat di sejumlah satuan sehingga berpotensi menimbulkan pagu minus, kondisi ketika realisasi belanja melampaui pagu anggaran yang tersedia.

Selain itu, sejumlah satuan juga belum sepenuhnya memenuhi ketentuan kelengkapan Wabku (Perwira Pembantu Administrasi Keuangan) di lingkungan TNI AD, unsur yang bertugas mengawasi tertib administrasi keuangan satuan.

‎Persoalan-persoalan itu disebut menjadi bahan evaluasi agar segera ditindaklanjuti, supaya tidak menghambat pelaksanaan program pada semester berikutnya.

Pangdam meminta seluruh Komandan dan Kepala Satuan Kerja menjadikan hasil evaluasi ini sebagai dasar perbaikan, dengan penekanan pada ketepatan waktu, tertib administrasi, serta kualitas pencapaian sasaran.

‎Forum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi antar satuan. Para peserta diminta mencermati materi yang disampaikan dan aktif bertukar informasi soal kendala yang dihadapi, agar solusi bisa dirumuskan bersama sesuai kondisi masing-masing wilayah.

‎Rapat turut dihadiri Kasdam Brigjen TNI Mohammad Andhy Kusuma, S.Sos., M.M., M.Han., CFrA., Irdam Brigjen TNI Denny Marantika, M.Han., Kapoksahli Pangdam Brigjen TNI Musa David M. Hasibuan, S.I.P., M.A.B., para Danrem, Danrindam Brigjen TNI Hindratno Devidanto, S.E., M.M., M.Han., Asrendam, para Asisten Kasdam, Perwira Liaison, Kabalakdam, Danbrigif 4/DR, para Danbrigif TP, Dansat jajaran, dan Karumkit jajaran Kodam IV/Diponegoro.

‎Dengan sisa waktu enam bulan di Tahun Anggaran 2026, tantangan terbesar bagi jajaran Kodam IV/Diponegoro adalah mengejar penyerapan belanja modal yang masih rendah sambil menuntaskan temuan audit, dua pekerjaan rumah yang akan menentukan apakah evaluasi semester kedua nanti mencatat perbaikan atau justru mengulang persoalan yang sama.(*)

Penulis : tim redaksi
Editor : Lingga
Sumber : Pendam IV Dip

Bagikan Artikel Ini

Dukung jurnalisme yang akurat dan terpercaya bersama Karonesia.com

Redaksi Karonesia
Redaksi Karonesia
Articles: 7904

Artikel Populer