Menyalakan Asa di Tanah Terisolir: Jejak Pengabdian Koops TNI Habema dan Pemkab Intan Jaya di Distrik Ugimba
INTAN JAYA, PAPUA TENGAH, Karonesia.com – Setelah mendekati 15 tahun berada dalam keterbatasan akses serta tekanan stabilitas keamanan, Distrik Ugimba di Kabupaten Intan Jaya kini mulai menghirup udara harapan baru. Langkah strategis dan pendekatan humanis diwujudkan melalui kunjungan langsung Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., M.T., bersama Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, yang menembus medan ekstrem demi menyapa warga pedalaman tersebut, Kamis (18/9/2026).
Kunjungan ini menjadi momen bersejarah mengingat Distrik Ugimba merupakan kawasan terisolasi yang hanya bisa dijangkau via jalur udara, atau berjalan kaki menempuh rute darat sejauh 70 kilometer dari distrik terdekat.



Medan geografi yang berat, cuaca pegunungan yang ekstrem, serta rekam jejak dinamika keamanan akibat keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB/OPM) pimpinan Sabinus Waker, sempat menjadikan kawasan ini tertinggal dari jangkauan pelayanan publik.

Kedatangan rombongan disambut penuh kehangatan oleh Kepala Distrik Ugimba, Penias Kogoya, beserta seluruh elemen masyarakat lokal. Warga menyambut para pejabat militer dan pemerintah daerah tersebut dengan penyerahan hasil bumi berupa ubi dan sayur, simbol adat tertinggi yang melambangkan persaudaraan, rasa hormat, dan keterbukaan untuk merajut masa depan yang damai.
Dalam suasana dialogis tanpa sekat, jajaran pimpinan TNI dan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya duduk melingkar bersama para tetua adat, tokoh agama, pemuda, hingga kelompok perempuan (mama-mama).
Ruang aspirasi ini dimanfaatkan warga untuk menyampaikan kerinduan mendalam akan hadirnya fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, dan infrastruktur dasar yang selama ini minim dirasakan.
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan bahwa roda pembangunan daerah tidak akan dapat berputar optimal tanpa ditopang jaminan keamanan dan rasa saling percaya. Oleh sebab itu, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama pemulihan Ugimba.
“Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, serta seluruh komponen masyarakat berkomitmen hadir secara nyata. Kehadiran negara bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan wujud kepedulian atas masa depan anak-anak Ugimba, pemenuhan kebutuhan dasar, dan perlindungan hak hidup warga,” ujar Aner di hadapan masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menekankan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah serta mengajak seluruh pihak yang masih berseberangan untuk kembali bersama merajut persatuan.
Kemanunggalan TNI dengan rakyat menjadi landasan utama Operasi Habema dalam menghadirkan rasa aman sekaligus mendukung percepatan pembangunan di Papua.
“Mari kita jaga perdamaian ini bersama-sama. Kami merangkul seluruh saudara-saudara kita yang masih berada di dalam hutan dan gunung untuk kembali ke tengah masyarakat, bersatu membangun kampung halaman demi kesejahteraan bersama,” tegas Brigjen TNI Riyanto.
Kehadiran jajaran TNI dan Pemkab Intan Jaya juga dibuktikan dengan aksi gotong royong mendirikan sarana fisik, salah satunya percepatan pembangunan Jembatan Merah Putih. Infrastruktur vital ini dirancang untuk membuka keterisolasian antarwilayah, mempermudah mobilitas ekonomi warga, serta memperlancar akses anak-anak menuju fasilitas sekolah.
Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan sembako dan kebutuhan pokok bagi masyarakat setempat.
Misi pengabdian di Lembah Ugimba ini menegaskan pesan penting bahwa pendekatan pertahanan di Papua tidak sekadar mengenai penataan keamanan, melainkan tentang keberanian untuk hadir, mendengarkan nurani warga, dan melangkah bersama menuju Papua yang damai dan sejahtera.(*)
Sumber : Koops TNI -Habema












