Dulu Memutar 4 Kilometer, Kini Petani Purworejo Bisa Angkut Panen Lewat Jembatan Baru
Madiun, KARONESIA.com – Bagi petani di Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, jarak antara sawah dan rumah dulunya bukan sekadar angka di peta. Setiap kali musim panen tiba, mereka harus memutar sejauh 3 hingga 4 kilometer hanya untuk mengangkut hasil bumi, akibat jembatan lama di kawasan itu yang sudah tak layak dilintasi kendaraan.
Kondisi itu kini berubah setelah sebuah jembatan jenis Armco berdiri di titik yang sama. Jembatan model ini terbuat dari lempengan baja gelombang yang disusun melengkung sehingga cepat dipasang dan cukup kuat menahan beban kendaraan roda empat — cocok untuk medan pedesaan seperti Purworejo. Pembangunannya merupakan bagian dari Program Jembatan Garuda yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dan dikerjakan oleh TNI Angkatan Darat.



“Mayoritas warga di sini bekerja sebagai petani. Biasanya, untuk mengangkut hasil panen, mereka harus memutar sekitar 3 hingga 4 kilometer. Dengan adanya jembatan ini, jarak tempuh menjadi jauh lebih dekat dan aksesnya juga lebih mudah,” kata Kepala Desa Purworejo, Riadi, saat ditemui di lokasi jembatan, Selasa (11/8/2026).
Riadi menyebut jembatan tersebut sebagai kebutuhan mendesak yang telah lama dinantikan warganya. “Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas bantuan pembangunan Jembatan Garuda di sekitar Cangkring, Desa Purworejo. Jembatan ini sangat-sangat diperlukan oleh masyarakat,” ujarnya.
Kegembiraan serupa juga terlihat dari warga yang melintas. Mbah Warni, salah satunya, tak menyembunyikan rasa harunya: “Alhamdulillah, remen, remen banget. Matur suwun sanget Pak Presiden Prabowo.”
Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengatakan antusiasme warga Purworejo mencerminkan pola yang sama di banyak lokasi Program Jembatan Garuda lainnya. “Di berbagai daerah, banyak kita jumpai masyarakat itu dulunya harus memutar jauh hingga ada yang hampir sepuluh kilometer untuk beraktivitas sehari-hari. Bahkan ada pula masyarakat yang harus menyeberangi sungai karena ketiadaan jembatan,” jelasnya.
Dengan jembatan ini beroperasi, warga Purworejo kini bisa memangkas separuh waktu tempuh mereka ke sawah — perubahan kecil di atas kertas, tapi berarti besar bagi rutinitas panen sehari-hari.(*)
Editor : Lingga
Sumber : Penrem 081 DSJ












