Dari Suara Warga, Ngonsep Historia Himpun Gagasan untuk Masalah Lingkungan
Tangerang Selatan, Karonesia.com – Persoalan lingkungan tidak selalu dapat dibaca hanya dari meja rapat. Pengalaman warga di tingkat lingkungan menjadi salah satu sumber gagasan yang dibahas dalam Ngonsep Historia The Series Part 17 di Tambi Historia, Tangerang Selatan, Minggu, (30/8/2026
Diskusi komunitas tersebut mengangkat tema “Nyaba Kampung: Jembatan Silaturahmi Warga Dalam Mempercepat Penyelesaian Masalah Lingkungan”. Forum ini membahas pentingnya komunikasi langsung dan silaturahmi sebagai cara memahami persoalan yang muncul di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Beragam persoalan seperti sampah, drainase, ruang terbuka hijau, hingga ketertiban lingkungan menjadi bagian dari isu yang dapat dibaca melalui pengalaman masyarakat. Pendekatan Nyaba Kampung kemudian dipandang sebagai ruang untuk mempertemukan warga, komunitas, dan pemerintah dalam mencari titik temu.
Ketua Litbang Historia Tangsel Rahmat Hidayat mengatakan ruang dialog memiliki arti penting untuk menghimpun persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Melalui ruang dialog seperti ini, berbagai persoalan yang muncul di lingkungan dapat dihimpun dari pengalaman warga, kemudian menjadi bahan kajian dan masukan untuk mencari solusi yang lebih tepat,” ujar Rahmat.
Menurutnya, Nyaba Kampung tidak hanya berkaitan dengan silaturahmi antarwarga. Pendekatan tersebut juga membuka ruang untuk mempertemukan beragam perspektif terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Litbang melihat dialog ini sebagai ruang untuk menghimpun gagasan dan membaca persoalan dari tingkat paling dekat dengan masyarakat. Harapannya, diskusi tidak berhenti pada pertukaran pandangan, tetapi dapat melahirkan masukan yang bermanfaat bagi pengembangan lingkungan dan masyarakat,” katanya.
Diskusi edisi ke-17 itu menghadirkan Camat Pamulang H. Mamat, SE., MM. dan Sekretaris Camat Pamulang H. Ade Heri Sutiawan, SE., MM. sebagai narasumber utama.
Masukan juga datang dari H. Fahruddin Zuhri dari FKDM Tangerang Selatan serta Kabid Kepemudaan Dispora Tangerang Selatan Ilham Suyatno, S.Pd., MM.
Sementara itu, Ketua Yayasan Historia Tangsel Agam Pamungkas Lubah memaparkan capaian program komunitas sekaligus harapan untuk membangun sinergi dengan Pemerintah Kecamatan Pamulang.
Menurutnya, pembangunan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik. Perhatian terhadap budaya, seni, dan ekonomi kreatif masyarakat juga perlu mendapat ruang agar pembangunan tetap memiliki keterhubungan dengan identitas lokal.
Melalui Ngonsep Historia The Series, pertukaran gagasan antara warga, komunitas, dan pemerintah diharapkan dapat terus berkembang. Forum tersebut menjadi ruang untuk membaca persoalan dari tingkat masyarakat sekaligus menghimpun masukan bagi pengembangan lingkungan di Tangerang Selatan.(*)



Sumber : Pen Historia Tangsel












