Kuliner Tangsel Bisa Jadi Soft Power Lewat Gastrodiplomasi

Kuliner Tangsel Bisa Jadi Soft Power Lewat Gastrodiplomasi

Tangerang, KARONESIA.com – Kuliner bukan sekadar soal rasa. Bagi Tangerang Selatan, makanan khas daerah bisa menjadi instrumen diplomasi budaya dan kekuatan lunak yang memperkuat citra daerah di mata nasional maupun internasional.

‎Potensi itu menjadi bahasan utama dalam diskusi Ngonsep Historia The Series Part 16 yang digelar Sabtu (23/8/2026) di Tambi Historia, Tangerang Selatan. Bertajuk “Gastrodiplomasi Dalam Tinjauan Live Experience dan Soft Power”, acara ini mengupas bagaimana kuliner dapat diceritakan nilai, budaya, dan identitasnya melampaui sekadar hidangan di meja makan.

‎Sebagai kota penyangga Ibu Kota, Tangsel memiliki kekayaan kuliner yang beragam. Mulai dari olahan khas Betawi, masakan Sunda, hingga kreasi fusion modern, variasi ini menjadi modal besar untuk menjadikan makanan sebagai daya tarik wisata sekaligus alat diplomasi budaya.

‎Dr. Rahmat Kusnedi, akademisi dan praktisi kuliner dengan pengalaman lebih dari 22 tahun, menjadi narasumber dalam diskusi ini. Fokusnya pada kajian budaya kuliner, pariwisata kuliner, dan strategi gastrodiplomasi membawa perspektif mendalam tentang bagaimana pengalaman langsung atau live experience dalam menikmati kuliner dapat memperkuat narasi daerah.

‎”Pengalaman langsung saat menikmati kuliner tidak hanya membangun ingatan rasa, tetapi juga membangun narasi tentang identitas suatu daerah,” papar Rahmat.

Ia menekankan pendekatan ini dapat meningkatkan daya saing Tangsel di tingkat nasional maupun internasional.

‎Diskusi dipandu oleh Daeng Rahmat, Kepala Litbang Historia The Series. Selain mengulas konsep gastrodiplomasi, pembicaraan juga menyentuh manfaat praktis bagi dunia kuliner Tangsel, mulai dari penguatan UMKM, branding kuliner lokal, penciptaan lapangan kerja, hingga upaya menjadikan Tangsel sebagai destinasi wisata kuliner yang diperhitungkan.

‎Acara Ngonsep Historia terbuka untuk umum. Pelaku UMKM kuliner, chef, mahasiswa, pegiat budaya, dan masyarakat Tangsel diundang hadir untuk berjejaring dan belajar bersama menjadikan makanan sebagai “bahasa diplomasi” daerah.(*)

Editor : Lingga

Bagikan Artikel Ini

Dukung jurnalisme yang akurat dan terpercaya bersama Karonesia.com

Views 2
Redaksi Karonesia
Redaksi Karonesia
Articles: 8004

Artikel Populer