Kutai Kartanegara ke Tangerang, Atlet Muda Kejar Prestasi di Taekwondo Danrem 052/Wkr Cup

Kutai Kartanegara ke Tangerang, Atlet Muda Kejar Prestasi di Taekwondo Danrem 052/Wkr Cup

Tangerang, KARONESIA.com – Perjalanan jauh dari Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menuju Tangerang tidak menyurutkan semangat atlet muda Taekwondo untuk turun ke arena. Bagi mereka, kejuaraan bukan sekadar tempat mengejar kemenangan, tetapi juga ruang untuk menguji mental, menambah pengalaman, dan mendekatkan diri pada cita-cita menjadi atlet berprestasi.

Semangat itu salah satunya dibawa Muhammad Deni Syakirani, siswa kelas 3 SMP yang telah menekuni Taekwondo sejak usia tujuh tahun. Ia datang bersama kontingen Klub Adinata dari Kutai Kartanegara untuk mengikuti Kejuaraan GRADE C NASIONAL, Open Tournament Taekwondo Piala Danrem 052/Wijayakrama, yang berlangsung 22–23 Agustus 2026 di Sport Center Kelapa Dua Tangerang.

Persiapan menghadapi pertandingan dilakukan melalui latihan keras dan disiplin. Namun, bagi Deni, perjalanan jauh menuju Tangerang justru menjadi bagian dari proses untuk berkembang sebagai atlet.

Caption :Atlet dan pelatih taekwondo SIKKA berfoto bersama setelah mengikuti ajang Piala Danrem 052/Wijayakrama di Tangerang. 

Cita-citanya pun tidak berhenti pada level daerah.

Ingin menjadi atlet nasional, bangsa dan negara, sampai internasional, serta membanggakan orang tua dan klub.

Keikutsertaan dalam Piala Danrem 052/Wijayakrama menjadi kesempatan bagi Deni untuk mendapatkan pengalaman menghadapi atlet dari daerah lain.

Menambah pengalaman, menambah jam terbang.

Bagi atlet yang sedang tumbuh, pengalaman bertanding menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan menghadapi kompetisi. Latihan memberikan dasar teknik dan fisik, sementara pertandingan mempertemukan mereka dengan tekanan, karakter lawan, serta situasi yang tidak selalu ditemukan di tempat latihan.

Dila: Rasa Tegang Justru Jadi Pemacu

Cerita berbeda datang dari Dila, atlet berusia 17 tahun yang mulai menekuni Taekwondo sejak usia 14 tahun.

Bagi Dila, Taekwondo bukan semata hobi. Olahraga bela diri itu juga menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membekali dirinya dengan keterampilan membela diri.

Karena biar saya bisa membela diri saya dan hobi aja sih.

Menghadapi lawan dari Jakarta dan daerah lain tidak membuatnya mundur. Rasa tegang menjelang pertandingan justru menjadi pemacu untuk berlatih lebih serius.

Ngerasa deg-degannya, jadi ngebikin diri itu tambah semangat buat terus latihan biar bisa dapat prestasi.

Di tengah kesibukannya sebagai atlet, Dila juga tetap memikirkan pendidikan. Sertifikat kejuaraan menjadi salah satu bekal yang ia harapkan dapat mendukung langkahnya melanjutkan pendidikan.

Nanti sertifikatnya bisa buat lanjut sekolah. Cita-cita saya, yang penting saya kuliah dulu. Tapi karir olahraga tetap dijalanin.

Bagi Dila, prestasi olahraga dan pendidikan bukan dua pilihan yang harus dipertentangkan. Keduanya tetap ingin ia jalankan sebagai bagian dari rencana masa depannya.

Delapan Atlet Dikirim, 100 Atlet Dibina

Di balik perjuangan para atlet tersebut terdapat proses pembinaan yang dilakukan Klub Adinata, klub Taekwondo yang bernaung di bawah Kodim 0906 Kutai Kartanegara.

Pelatih Rusbiana mengatakan, sebanyak delapan atlet dikirim untuk mengikuti Piala Danrem 052/Wijayakrama di Tangerang. Persiapan dilakukan selama berbulan-bulan sebelum para atlet berangkat menuju arena pertandingan.

Pembinaan itu sendiri telah berjalan sejak 2023. Hingga kini, Klub Adinata telah membina sekitar 100 atlet.

Bagi Rusbiana, kejuaraan seperti Piala Danrem 052/Wijayakrama penting untuk memberikan ruang kepada atlet binaannya merasakan atmosfer pertandingan sekaligus mengukur perkembangan mereka.

Semoga keikutsertaan di Taekwondo Danrem 052 Wijayakrama ini lebih menambah jam terbang dan menambah mental. Harus bisa meningkatkan prestasi yang telah diraih sebelumnya. Walaupun kalah menang biasa dalam pertandingan, yang penting kekalahan itu menjadi pelajaran.

Pesan tersebut memperlihatkan bahwa proses pembinaan tidak hanya berorientasi pada kemenangan. Setiap pertandingan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kemampuan dan membentuk mental atlet agar semakin siap menghadapi kompetisi berikutnya.

Rusbiana juga berharap semakin banyak pihak, baik pemerintah, sipil maupun militer, terus memberikan ruang kompetisi bagi atlet daerah. Menurutnya, semakin banyak pertandingan yang tersedia, semakin besar pula kesempatan atlet untuk mendapatkan pengalaman dan mengembangkan prestasi.

Deni datang dari Kutai Kartanegara dengan mimpi mencapai level nasional hingga internasional. Dila membawa target untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mempertahankan karier olahraga. Sementara Rusbiana datang dengan harapan agar pembinaan atlet daerah mendapat lebih banyak ruang untuk berkembang.

Di arena Piala Danrem 052/Wijayakrama, ketiganya bertemu dalam satu proses yang sama. Pertandingan tidak hanya menjadi soal siapa yang menang dan siapa yang kalah, tetapi juga tentang pengalaman yang dibawa pulang, mental yang ditempa, dan mimpi yang kembali diperjuangkan pada latihan berikutnya.(*)

Editor : Lingga

Bagikan Artikel Ini

Dukung jurnalisme yang akurat dan terpercaya bersama Karonesia.com

Views 4
Redaksi Karonesia
Redaksi Karonesia
Articles: 8003

Artikel Populer