Korem 052 Wkr: Membangun Jembatan Persaudaraan dengan Warga Papua di Tanah Perantauan
Tangerang, KARONESIA.com – Keberagaman bukan sekadar semboyan, melainkan fondasi utama bangsa. Dalam praktiknya, menjaga harmoni di tengah perbedaan membutuhkan lebih dari sekadar retorika. Korem 052/Wijayakrama mengambil langkah konkret dengan mengimplementasikan pendekatan humanis dalam pembinaan teritorial, khususnya bagi masyarakat Papua yang berada di wilayah Tangerang Raya dan Jakarta.
Program Pembinaan Teritorial Khusus (Bintersus) menjadi instrumen strategis dalam membangun kedekatan emosional antara aparat kewilayahan dengan mahasiswa, pekerja, pelaku usaha, serta masyarakat Papua lainnya.
Pendekatan ini menegaskan bahwa stabilitas wilayah tidak hanya dibangun melalui aspek keamanan, melainkan melalui hubungan yang harmonis dan saling percaya antara TNI dan seluruh elemen masyarakat.
Komandan Korem 052/Wijayakrama, Brigjen TNI Faisal Rizal, S.I.P., M.I.P., menyatakan bahwa keberagaman merupakan anugerah yang harus dirawat bersama.



“Melalui komunikasi yang baik dan kebersamaan yang tulus, kita ingin menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh anak bangsa. Ini adalah komitmen kami dalam memperkuat persatuan demi tegaknya NKRI,” tegasnya.
Respons positif datang dari masyarakat Papua yang merasakan langsung manfaat program ini. Sosimus Bimipak, pelaku UMKM asal Papua, mengungkapkan apresiasinya atas perhatian yang diberikan TNI Angkatan Darat.
“Sekali lagi terima kasih banyak kepada TNI Angkatan Darat. Semoga ke depannya kita semua menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.
Melalui Bintersus, Korem 052/Wijayakrama terus berkomitmen menghadirkan ruang kebersamaan yang mempererat persaudaraan dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap tanah air.
Di tengah keberagaman dari Sabang hingga Merauke, persaudaraan yang terjalin antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan nyata dalam menjaga stabilitas wilayah serta mewujudkan Indonesia yang semakin maju, aman, dan sejahtera.
Keberagaman bukan sekadar semboyan, melainkan fondasi utama bangsa. Dalam praktiknya, menjaga harmoni di tengah perbedaan membutuhkan lebih dari sekadar retorika.
Korem 052/Wijayakrama mengambil langkah konkret dengan mengimplementasikan pendekatan humanis dalam pembinaan teritorial, khususnya bagi masyarakat Papua yang berada di wilayah Tangerang Raya dan Jakarta.
Program Pembinaan Teritorial Khusus (Bintersus) menjadi instrumen strategis dalam membangun kedekatan emosional antara aparat kewilayahan dengan mahasiswa, pekerja, pelaku usaha, serta masyarakat Papua lainnya.
Pendekatan ini menegaskan bahwa stabilitas wilayah tidak hanya dibangun melalui aspek keamanan, melainkan melalui hubungan yang harmonis dan saling percaya antara TNI dan seluruh elemen masyarakat.
Komandan Korem 052/Wijayakrama, Brigjen TNI Faisal Rizal, S.I.P., M.I.P., menyatakan bahwa keberagaman merupakan anugerah yang harus dirawat bersama. “Melalui komunikasi yang baik dan kebersamaan yang tulus, kita ingin menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh anak bangsa. Ini adalah komitmen kami dalam memperkuat persatuan demi tegaknya NKRI,” tegasnya.
Respons positif datang dari masyarakat Papua yang merasakan langsung manfaat program ini. Sosimus Bimipak, pelaku UMKM asal Papua, mengungkapkan apresiasinya atas perhatian yang diberikan TNI Angkatan Darat.
“Sekali lagi terima kasih banyak kepada TNI Angkatan Darat. Semoga ke depannya kita semua menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.
Melalui Bintersus, Korem 052/Wijayakrama terus berkomitmen menghadirkan ruang kebersamaan yang mempererat persaudaraan dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap tanah air.
Di tengah keberagaman dari Sabang hingga Merauke, persaudaraan yang terjalin antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan nyata dalam menjaga stabilitas wilayah serta mewujudkan Indonesia yang semakin maju, aman, dan sejahtera.(*)
Editor : Lingga
Sumber : Penrem 052 Wkr












