Empat Tahun Historia Tangsel, Legasi Sejarah Jadi Fokus Pengembangan
Tangerang Selatan, KARONESIA.com – Memasuki usia empat tahun, Historia Tangsel mulai mengarahkan pengembangan organisasinya pada penguatan kompetensi anggota sekaligus upaya meninggalkan legasi sejarah bagi Kota Tangerang Selatan.
Arah tersebut mengemuka dalam perayaan ulang tahun ke-4 Historia Tangsel yang digelar di Tambi Historia, Tangerang Selatan, Kamis (27/8/2026). Acara diisi dengan ramah tamah bersama dewan pembina, pengurus, anggota, dan tamu undangan.
Dewan Pembina Historia Tangsel, Bunda Lista, menekankan pentingnya konsistensi program agar potensi dan kompetensi seluruh pihak di dalam organisasi dapat dikembangkan secara optimal.
Menurut dia, penguatan tersebut dapat diarahkan pada upaya menggali dan membukukan landasan sejarah terbentuknya tujuh kecamatan di Kota Tangerang Selatan, termasuk berbagai catatan sejarah yang berkembang di wilayah tersebut.
Pesan serupa disampaikan Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Historia Tangsel, Daeng Rahmat. Ia menilai kapasitas orang-orang yang terlibat dalam Historia Tangsel telah berkembang sehingga perlu diterjemahkan ke dalam kegiatan yang lebih besar.
Daeng Rahmat secara khusus mendorong pengembangan kegiatan yang berkaitan dengan seni dan budaya. Menurutnya, aktivitas tersebut dapat menjadi ruang bagi Historia Tangsel untuk menciptakan catatan sejarah baru bagi Kota Tangerang Selatan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Historia Tangsel, Agam Pamungkas Lubah, memaparkan sejumlah program dan capaian yang tengah dijalankan organisasi. Salah satunya ialah Historia The Series Part to Part yang berlangsung sejak Januari hingga November 2026.
Program tersebut menghadirkan sejumlah tokoh yang kisah dan pembahasannya direncanakan dibukukan dalam buku Tangsel Bercerita di Usia 18 Tahun. Dokumentasi tersebut menjadi bagian dari upaya mencatat perjalanan dan cerita mengenai Tangerang Selatan melalui pengalaman para tokoh.
Historia Tangsel juga membangun Tajuk Silaturahmi di Kabupaten Bogor. Program ini disebut sebagai salah satu langkah konkret untuk menjaga situs makam raja-raja yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Banten dan Tangerang Selatan.
Selain penguatan program sejarah dan budaya, pembangunan sekretariat yang layak dan artistik menjadi agenda lain yang dipaparkan dalam perayaan tersebut. Sekretariat diharapkan dapat menjadi ruang pendukung bagi aktivitas Historia Tangsel dan pengembangan kegiatan organisasi.
Perayaan ulang tahun keempat itu turut diisi pembacaan doa keselamatan yang dipimpin OmGan atau Dick Doang. Doa tersebut menjadi bagian dari ungkapan syukur atas perjalanan Historia Tangsel selama empat tahun.
Suasana acara berlangsung hangat dan kekeluargaan. Kondisi alam yang menyertai kegiatan juga menjadi bagian dari refleksi para peserta dalam memaknai perjalanan organisasi.
Memasuki tahun kelima, Historia Tangsel menempatkan penguatan kegiatan sejarah, seni, dan budaya sebagai bagian dari agenda pengembangan. Sejumlah program dokumentasi, pelestarian situs, serta pembangunan sekretariat menjadi tahapan yang akan terus dijalankan.(*)
Bagikan Artikel Ini
Dukung jurnalisme yang akurat dan terpercaya bersama Karonesia.com















