⚡ BREAKING
   

Satu Meja Para Jenderal, Apa Rahasia Strategi Besar yang Dibahas?

Satu Meja Para Jenderal, Apa Rahasia Strategi Besar yang Dibahas?

Jakarta | KARONESIA.COM – Pertemuan akbar yang mempertemukan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan deretan mantan puncak pimpinan TNI di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (24/4), bukan sekadar agenda silaturahmi biasa. Ini adalah momen konsolidasi kekuatan strategis yang sesungguhnya.

Di tengah turbulensi situasi global yang kian tak menentu dan dinamika geopolitik yang berubah secepat kilat, para “jenderal besar” bangsa ini duduk bersama bukan untuk berbasa-basi.

Mereka menyatukan visi dan memastikan arah pertahanan negara tetap kokoh, tak terpecah, dan tak tergoyahkan oleh arus zaman.

‎Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan dengan sangat tegas bahwa seluruh kebijakan pertahanan ke depan berpijak pada dua fondasi yang tak bisa diganggu gugat: Konstitusi dan Kepentingan Nasional.

‎”Seluruh kebijakan pertahanan berlandaskan pada dua prinsip fundamental tersebut. Ini adalah landasan hidup mati negara, kita tidak bisa main-main dengan arah strategis pertahanan,” tegas Menhan dalam arahannya.

‎Indonesia tetap teguh mengusung doktrin “Defensif Aktif”. Namun, dalam pertemuan strategis ini ditekankan bahwa konsep ini bukanlah tanda kelemahan, melainkan sikap waspada maksimal. Strategi ini dirancang untuk menjaga kedaulatan mutlak, namun tetap menjaga stabilitas dan kedamaian di kawasan.

‎Lebih dari itu, kehadiran para purnawirawan legendaris seperti Jenderal (Purn) Wiranto, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Jenderal (Purn) Andika Perkasa, hingga para mantan KSAL dan Kasau, membuktikan bahwa pengalaman adalah aset tak ternilai.

Masukan dan kearifan para sesepuh menjadi “kompas” berharga yang akan diserap dan dijadikan bahan penyempurnaan kebijakan ke depan.

Pertemuan ini mengirim pesan kuat ke publik dan dunia, TNI adalah institusi yang terus belajar, terus beradaptasi, namun tetap memegang teguh akar dan prinsipnya. Kekuatan terbesar bangsa ini bukan hanya pada kecanggihan Alutsista, tapi pada sinergi yang tak terputus antara generasi penerus dan para pendahulunya.(red)

Karonesia
  • Penulis: Redaksi karonesia.com
  • Editor: Lingga
Bagikan Artikel Ini
Informasi terpercaya dari karonesia.com
Redaksi Karonesia
Redaksi Karonesia
Articles: 7261

Artikel Populer