IMO-Indonesia Kutuk Penangkapan Jurnalis Republika di Gaza
Jakarta | KARONESIA.COM – Ikatan Media Online (IMO) Indonesia mengecam keras penangkapan jurnalis *Republika*, Bambang Noroyono, oleh aparat Israel saat menjalani misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza. Kecaman itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum IMO-Indonesia, Yakub F. Ismail, di Jakarta, Selasa (19/5/2025).
Menurut Yakub, tindakan aparat Israel tersebut tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Ia menegaskan, penangkapan itu merupakan bentuk nyata pelanggaran terhadap prinsip kemanusiaan universal sekaligus ancaman serius terhadap kebebasan pers.



“Kami mengutuk keras aksi Israel yang menangkap saudara Bambang Noroyono dalam misi kemanusiaan di Gaza. Aksi tersebut merupakan bukti nyata pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal dan kebebasan pers,” ujar Yakub dalam keterangannya.
Yakub menekankan, kehadiran jurnalis di wilayah konflik memiliki peran yang sangat vital. Jurnalis bertugas menyampaikan fakta dan kondisi kemanusiaan kepada masyarakat dunia secara langsung dari lapangan.
“Jurnalis hadir untuk menyuarakan fakta atau kebenaran kepada masyarakat dunia. Karena itu, ketika jurnalis dibungkam, dunia kehilangan akses terhadap fakta-fakta kemanusiaan yang terjadi di wilayah konflik,” katanya.
Lebih lanjut, IMO-Indonesia mendesak pemerintah Indonesia agar segera mengambil langkah konkret. Langkah itu dinilai perlu untuk memastikan keselamatan Bambang Noroyono beserta seluruh relawan kemanusiaan yang turut ditahan.
“Kami meminta pemerintah Indonesia segera bergerak cepat untuk menjamin sekaligus memastikan keselamatan saudara Bambang Noroyono, serta mendorong pembebasan seluruh relawan yang ditahan,” tegas Yakub.
Bambang Noroyono diketahui bergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla, sebuah konvoi kapal internasional yang bertujuan menembus blokade Israel untuk mengantarkan bantuan ke Jalur Gaza. Misi itu melibatkan sejumlah aktivis dan jurnalis dari berbagai negara.
Penangkapan jurnalis dan relawan dalam misi tersebut menambah panjang daftar kekhawatiran internasional atas kondisi kebebasan pers dan akses kemanusiaan di Gaza. Berbagai organisasi pers dunia sebelumnya telah berulang kali menyuarakan keprihatinan serupa.
IMO-Indonesia menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan siap berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan demi memastikan keselamatan jurnalis Indonesia di zona konflik. (red)













