Coffee Morning Pangdam Jaya: Menakar Frasa ‘Satu Narasi, Satu Pengabdian’
JAKARTA, KARONESIA.COM — Acara Coffee Morning yang diselenggarakan Kodam Jaya/Jayakarta bersama ekosistem media nasional di Lapangan Tembak Falatehan, Makodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Jumat (25/9/2026) pagi, mengusung tema besar: “Satu Narasi, Satu Pengabdian: Mengawal Jakarta, Menjaga Indonesia”.
Forum silaturahmi ini melampaui seremoni biasa dengan membedah komitmen pengabdian TNI di Jakarta, mulai dari pembentukan karakter generasi muda hingga penguatan sinergi komunikasi publik bersama insan pers.



Kehadiran jajaran Kodam Jaya bersama pimpinan organisasi profesi media—seperti PWI Jaya dan IJTI—serta perwakilan 14 stasiun televisi nasional, media cetak, radio, dan puluhan media daring menunjukkan skala konsolidasi yang masif.
Panglima Kodam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi menegaskan bahwa kompleksitas persoalan sosial di Jakarta, termasuk dinamika kenakalan remaja, tidak bisa diselesaikan oleh satu institusi saja melainkan butuh kolaborasi lintas sektor.

Pendekatan Terdidik untuk Generasi Muda
Salah satu sorotan utama dalam pertemuan tersebut adalah perhatian Kodam Jaya terhadap fenomena sosial anak muda di ibu kota, khususnya penanganan masalah kenakalan remaja dan tawuran pelajar.
Merespons dinamika tersebut, Letjen TNI Deddy Suryadi menyampaikan analogi pengasuhan anak dalam keluarga terkait karakter generasi muda saat ini.
“Dalam satu keluarga, kadang ada satu-dua anak yang nyeleng,” ujar Deddy. “Tentunya terus kami perbaiki.”
Bukannya menggunakan pendekatan represif, Kodam Jaya justru mengambil langkah terdidik dan edukatif. Pihak TNI aktif mengajak para pelajar untuk mengikuti program pendisiplinan serta pembentukan karakter positif, baik secara langsung di lingkungan sekolah maupun melalui wadah Kegiatan Pembinaan Kadet/KKR.
Langkah penanganan ini dilakukan secara konsisten oleh Kodam Jaya bersama jajarannya hingga ke tingkat terdepan di lapangan, yakni Babinsa.
Melalui pendekatan ini, frasa “Satu Pengabdian” diwujudkan dalam upaya nyata menyelamatkan generasi muda Jakarta dari potensi konflik sosial dan tawuran, sekaligus membina mereka menjadi pribadi yang berdisiplin dan berkarakter.
Membangun ‘Satu Narasi’ Bersama Media
Selain pembinaan sosial, Pangdam Jaya meminta masukan dari insan pers agar tercipta “satu narasi, satu pengertian” dalam mengawal stabilitas dan pembangunan di Jakarta. Sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan politik, Jakarta membutuhkan persepsi publik yang kondusif.
Keterbukaan Kodam Jaya merangkul lintas saluran informasi disambut baik oleh ekosistem pers. Ajakan “satu narasi” ini dipahami sebagai wadah sinergi untuk menyampaikan informasi yang membangun dan edukatif kepada masyarakat, tanpa mengabaikan fungsi kontrol sosial media terhadap dinamika pembangunan ibu kota.
Kerja Nyata Perkotaan dan Bakti Sosial
Di luar diskursus pembinaan remaja dan komunikasi publik, Kodam Jaya turut memaparkan data konkret kontribusi fisik bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya:
- Infrastruktur: Pembangunan 31 titik jembatan (9 jembatan gantung, 15 jembatan beton, dan 7 jembatan aramco) untuk membuka aksesibilitas warga menuju sekolah dan pusat perekonomian.
- Air Bersih: Penyediaan 56 titik sumur bor hasil sinergi program Mabesad dan TMMD.
- Mitigasi Lingkungan: Kegiatan pembersihan sungai/waduk serta penanganan ekosistem air di kawasan hulu Depok untuk mengantisipasi banjir.
Rangkaian acara ditutup dengan peninjauan bakti sosial, meliputi donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, layanan servis kendaraan gratis bagi sekitar 2.000 pengemudi ojek daring, serta aksi masak massal 2.500 porsi kuliner oleh kreator Bobon Santoso melalui program “Kuali Merah Putih”.
Pada akhirnya, Coffee Morning Kodam Jaya menegaskan arti penting frasa ‘Satu Narasi, Satu Pengabdian’ bukan sekadar slogan, melainkan kerja bersama antara TNI, media, dan masyarakat dalam mengawal Jakarta melalui pendekatan humanis, edukatif, dan berdampak nyata.(*)
Editor : Lingga












