Dua Rumah RTLH di Tangerang Rampung 100 Persen Siap Ditempati
Tangerang | KARONESIA.COM – Dua unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Tangerang berhasil diselesaikan hingga 100 persen dalam program gentengisasi Kodim 0506/Tangerang, Jumat, (23/4/2026), meski pengerjaan sempat terhambat cuaca hujan.



Kedua unit rumah tersebut berada di wilayah Koramil 01/Tangerang, Kodim 0506/Tangerang. Rumah pertama milik Ibu Aisyah di Kelurahan Panunggangan Timur seluas 48 meter persegi, sedangkan rumah kedua milik Ibu Siti Hartati di Kelurahan Panunggangan Utara seluas 36 meter persegi.
Di lokasi milik Ibu Aisyah, seluruh pekerjaan utama telah tuntas, mulai dari perapian genteng hingga finishing akhir. Sejumlah pekerjaan tambahan seperti pemasangan plafon, pengecatan, dan rangka atap bahkan melampaui target yang ditetapkan. Hanya pemasangan lisplang yang masih berada di tahap 50 persen.
Di titik kedua milik Ibu Siti Hartati, seluruh tahapan pengerjaan telah selesai sepenuhnya, mulai dari pembongkaran atap lama, pemasangan baja ringan, hingga pemasangan genteng baru. Tidak ada sisa pekerjaan yang tertinggal di lokasi ini.
Cuaca hujan menjadi kendala utama selama proses pembangunan berlangsung. Kondisi tersebut kerap memperlambat pekerjaan struktur atap dan finishing bagian luar bangunan, yang merupakan tahapan paling rentan terhadap gangguan cuaca.
“Koordinasi dan dukungan personel di lapangan dinilai mampu mengatasi hambatan yang muncul sehingga target penyelesaian tetap tercapai sesuai jadwal.” kata Danramil 01/Tgr, Mayor Inf Jefriansen Sipayung.
Percepatan yang dilakukan mencerminkan peningkatan efektivitas eksekusi program di lapangan.
Keberhasilan program ini berdampak langsung pada kualitas hunian kedua penerima manfaat. Rumah yang sebelumnya tidak layak kini telah berubah menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman bagi penghuninya.
Program RTLH masih menghadapi kebutuhan percepatan di banyak wilayah lain dengan kondisi serupa. Pola percepatan yang diterapkan di Tangerang diharapkan dapat menjadi referensi replikasi di daerah-daerah lain yang memiliki tantangan lebih kompleks.(*)













