Lebih dari Sekadar Ulang Tahun, TNI Petakan Antisipasi Banjir Tangerang
TANGERANG, KARONESIA.com – Pembersihan Sungai H. Kilin oleh Kodim 0506/Tangerang menjadi alarm pengingat bagi warga urban akan pentingnya daya tampung sungai. Di tengah ancaman cuaca ekstrem, peringatan hari jadi ke-28 Korem 052/Wijayakrama ini direfleksikan secara konkret melalui aksi mitigasi bencana berbasis komunitas di Batuceper.
Langkah taktis ini diambil di tengah bayang-bayang ancaman bencana hidrometeorologi yang kerap mengintai wilayah metropolitan Jabodetabek menjelang akhir tahun.



Alih-alih menggelar upacara seremonial yang formal, jajaran Kodam Jaya melalui Kodim 0506/Tangerang memilih turun langsung ke lapangan pada Jumat (23/10/2026) untuk memetakan sekaligus mengurai salah satu titik sumbatan air di Kota Tangerang.
Pasi Ter Kodim 0506/Tangerang Mayor Inf Indrat, yang memimpin langsung karya bakti di RT 006/RW 006 Kelurahan Batu Jaya, menegaskan bahwa pembersihan ini bukan sekadar agenda bersih-bersih biasa.
Aksi ini merupakan upaya serius untuk memulihkan fungsi ekologis Sungai H. Kilin yang kian terbebani oleh sedimentasi dan sampah domestik.
“Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan sungai sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Kami juga ingin menggunakannya sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Mayor Inf Indrat.
Dalam perspektif tata kota, wilayah perkotaan seperti Batuceper menghadapi tantangan berat akibat laju urbanisasi yang masif. Berkurangnya daerah resapan air menuntut saluran drainase dan sungai-sungai kecil bekerja ekstra keras mengalirkan limpahan air hujan.
Ketika sungai tersumbat, risiko banjir genangan (cileuncang) meningkat drastis dan langsung berdampak pada mobilitas serta perekonomian warga.
Oleh karena itu, keterlibatan personel Polsek Batuceper, aparat kelurahan, dan masyarakat setempat dalam karya bakti ini menjadi krusial. Kompas mencatat, ketahanan sebuah kota dalam menghadapi potensi bencana tidak bisa hanya mengandalkan infrastruktur fisik buatan pemerintah, melainkan harus bertumpu pada kesiapsiagaan berbasis komunitas (community-based disaster management).
Sinergi lintas sektor yang tercipta di aliran Sungai H. Kilin menujukkan bahwa penguatan kemanunggalan TNI dengan rakyat dapat diwujudkan melalui langkah-langkah mitigasi yang terukur.
Melalui pembersihan ini, kapasitas tampung sungai kembali dioptimalkan sekaligus membangun kembali budaya gotong royong yang menjadi benteng pertahanan terbaik warga urban dalam menghadapi ancaman bencana ke depan.(*)
Penulis: Tim redaksi, Editor:Lingga













