Kesejahteraan Prajurit: Pangan Bergizi sebagai Fondasi Kekuatan Pertahanan

Kesejahteraan Prajurit: Pangan Bergizi sebagai Fondasi Kekuatan Pertahanan

Bintaro, Karonesia.com – Kesejahteraan prajurit bukan sekadar urusan personal, melainkan salah satu fondasi penting bagi kekuatan pertahanan negara. Prinsip itu tampak dalam langkah Batalyon Arhanud 10/ABC yang mengembangkan program urban farming berupa pemeliharaan ayam petelur di lingkungan satuan, dengan hasil telur dibagikan kepada prajurit sebagai tambahan asupan pangan bergizi.

Upaya ini bukan sekadar kegiatan produktif pengisi waktu luang, melainkan bentuk kepedulian satuan terhadap kesejahteraan dan kesiapan anggotanya.

Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, Batalyon Arhanud 10/ABC mengelola peternakan ayam petelur secara sederhana namun produktif.

Telur yang dihasilkan tidak hanya menjadi bukti pemanfaatan lahan secara optimal, tetapi juga menjadi sumber gizi tambahan yang langsung dirasakan prajurit.

Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian terhadap prajurit sekaligus langkah membangun kemandirian pangan di tingkat internal, sebuah upaya kecil yang, jika dijaga keberlanjutannya, berpotensi memberi kontribusi bagi semangat ketahanan pangan yang lebih luas.

Asupan pangan yang bergizi dan tersedia secara rutin memiliki kaitan dengan kesiapan fisik prajurit dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Pangan bergizi bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan salah satu faktor pendukung kualitas sumber daya manusia pertahanan. Ketersediaan asupan gizi yang memadai umumnya berkontribusi pada daya tahan tubuh dan kesiapan personel dalam menjalankan tugas.

Langkah ini juga menunjukkan bahwa peningkatan kesejahteraan prajurit dapat dimulai dari inisiatif sederhana di tingkat satuan, tanpa harus menunggu kebijakan dari pusat.

Pemanfaatan lahan yang ada berpotensi dikembangkan menjadi sumber pangan tambahan, yang pada gilirannya dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar.

Hingga saat ini, satuan konsisten melaksanakan pengelolaan program secara berkelanjutan agar manfaatnya terus dirasakan prajurit beserta keluarganya.

Pada akhirnya, kekuatan pertahanan negara tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan alutsista, tetapi juga oleh kualitas dan kesiapan personelnya.

Perhatian terhadap asupan pangan bergizi dan kesejahteraan prajurit menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun kekuatan pertahanan yang tangguh dan siap menjaga kedaulatan negara.(*)


Penulis : Pen Yonarhanud 10/ABC
Editor : Lingga
Sumber : Batalyon Arhanud 10/ABC, diolah oleh redaksi

Bagikan Artikel Ini

Dukung jurnalisme yang akurat dan terpercaya bersama Karonesia.com

Redaksi Karonesia
Redaksi Karonesia
Articles: 8205

Artikel Populer