Pelatih Satria Sangeni: Karakter dan Mental Juara Lebih Penting daripada Sekadar Gelar
Kab.Bogor, KARONESIA.com – Kompetisi sepak bola usia dini bukan hanya tentang mencetak kemenangan, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan mental bertanding para pemain. Pandangan itu disampaikan Pelatih U-9 Satria Sangeni, Rendy, usai mendampingi timnya berlaga pada Piala Kemerdekaan ke-81 Tahun 2026 Gold Generation Championship (GGC) di CR Seven Sport Centre, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Sabtu (8/8/2026).
Bagi Rendy, setiap turnamen merupakan bagian dari proses pembelajaran. Target menjadi juara memang selalu ada dalam setiap kompetisi, namun pencapaian tersebut tidak boleh menggeser tujuan utama pembinaan pemain usia dini.
“Setiap akademi tentu ingin meraih juara. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak mampu bermain dengan baik, berkembang, dan menikmati pertandingan. Juara adalah bonus dari proses yang dijalani dengan benar,” ujarnya.
Menurut Rendy, terdapat tiga nilai utama yang terus ditanamkan kepada para pemain selama menjalani latihan maupun pertandingan, yakni menjaga karakter, bekerja keras, serta menghormati lawan. Selain itu, ia selalu mengingatkan anak-anak agar bermain dengan rasa gembira sehingga sepak bola tetap menjadi aktivitas yang menyenangkan.



“Juara adalah bonus. Yang utama adalah karakter, kerja keras, dan anak-anak bermain dengan gembira.”— Rendy, Pelatih U-9 Satria Sangeni
Pendekatan tersebut diyakini mampu membantu perkembangan pemain, tidak hanya dari sisi kemampuan teknik, tetapi juga dalam membangun rasa percaya diri, disiplin, dan tanggung jawab sejak usia dini.
Persiapan menghadapi turnamen dilakukan melalui program latihan yang rutin dan terukur. Meski demikian, Rendy menegaskan bahwa proses pembinaan tidak berhenti pada hasil pertandingan, melainkan terus berlanjut melalui evaluasi dan latihan yang konsisten.

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan Gold Generation Championship yang dinilai memberikan ruang kompetisi bagi pemain muda untuk mengasah kemampuan sekaligus menguji hasil latihan yang selama ini dijalankan di akademi.
Selain peran pelatih, Rendy menilai dukungan orang tua menjadi faktor penting dalam perkembangan pemain. Menurutnya, keterlibatan keluarga selama mengikuti turnamen memberikan motivasi tambahan bagi anak-anak untuk tampil percaya diri.
”Alhamdulillah dukungan orang tua di Satria Sangeni sangat positif. Mereka selalu hadir memberikan semangat. Bahkan setelah pertandingan, mereka menyiapkan makanan dan buah-buahan untuk menjaga kondisi anak-anak. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi perkembangan pemain,” katanya.
Rendy berharap turnamen usia dini seperti Gold Generation Championship dapat digelar secara rutin karena memberikan manfaat besar bagi pembinaan sepak bola. Semakin banyak kompetisi yang berkualitas, semakin besar pula kesempatan pemain muda memperoleh pengalaman bertanding yang akan membentuk mental dan karakter mereka.
Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu pemain, tetapi juga oleh sinergi antara pelatih, orang tua, penyelenggara, dan akademi sepak bola dalam menciptakan lingkungan yang positif bagi tumbuh kembang anak.
Bagi Satria Sangeni, setiap pertandingan adalah bagian dari perjalanan panjang menuju masa depan. Menang atau kalah merupakan hal yang wajar dalam olahraga, namun nilai sportivitas, kerja keras, dan sikap menghargai lawan akan menjadi bekal yang jauh lebih berharga bagi anak-anak ketika mereka melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.(*)
Editor : Redaksi












