YPOK Jakarta Barat Siapkan Atlet Karate Terbaik Menuju Kejurnas 2026, Incar Tiket FORNAS








Tangsel, KARONESIA.COM – Yayasan Pendidikan Olahraga Karate (YPOK) Jakarta Barat mengintensifkan program pembinaan atlet jelang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
Kejurnas ini menjadi jalur seleksi resmi bagi para juara untuk memperkuat kontingen daerah pada ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) atau Pekan Olahraga Nasional (Pornas), sehingga seluruh atlet dituntut meningkatkan intensitas latihan sejak tahap awal persiapan.
Pembina sekaligus Dewan Guru YPOK Jakarta Barat, Fransiscus Sampo secara langsung meninjau kesiapan atlet di Dojo JK yang melaksanakan latihan Karate di Lapangan MI Jam’iyyatul Khair Jl. W R Supratman, Cempaka Putih, Kec. Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Minggu (28/6/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan mengevaluasi potensi atlet yang dinilai layak membela nama Jakarta Barat di pentas nasional. Ia menegaskan bahwa pembinaan maksimal menjadi prioritas utama agar para atlet mampu tampil kompetitif di Kejurnas.
”Kami ingin memastikan atlet-atlet terbaik mendapatkan pembinaan yang optimal. Kejurnas merupakan momentum penting untuk mencetak juara yang kelak mampu mengharumkan nama Jakarta Barat, DKI Jakarta, bahkan berlaga di ajang nasional selanjutnya,” tegasnya.
Ia menilai konsistensi dan disiplin dalam menjalani program latihan menjadi fondasi utama pembentukan atlet berprestasi. Dojo JK diyakini memiliki sejumlah atlet dengan potensi besar untuk bersaing di level nasional, asalkan latihan dijalankan secara terstruktur dan berkesinambungan.
Di luar aspek teknis, YPOK juga mengapresiasi dukungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) DKI Jakarta serta berbagai instansi terkait yang berkomitmen membantu penyediaan sarana dan fasilitas olahraga.



Dukungan kelembagaan itu diharapkan memperkuat proses pembinaan usia dini sekaligus memperluas regenerasi karateka berprestasi di wilayah Jakarta Barat.
Rekam jejak atlet Dojo JK di kejuaraan sebelumnya sudah menunjukkan hasil yang menjanjikan. Janetta, atlet penyandang sabuk cokelat, berhasil meraih posisi runner-up pada FORNAS NTB 2025. Namun ia mengaku capaian tersebut belum memenuhi ambisinya.
”Saya ingin berlatih lebih keras supaya bisa menjadi juara pertama di kejuaraan berikutnya, demi membanggakan orang tua dan daerah,” ujar Janetta.
Senada dengan Janetta, Fania Yuningtyas yang berhasil naik podium teratas di FORNAS NTB 2025 menyatakan bahwa karate bukan sekadar ajang meraih medali. Menurutnya, olahraga bela diri ini turut membentuk karakter melalui nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan etika.
Fania juga mendorong lebih banyak perempuan menggeluti karate sebagai bekal perlindungan diri sekaligus sarana membangun kepercayaan diri.
Atlet senior Andika Prasetya menambahkan bahwa karate mengandung nilai sportivitas, kekuatan fisik, disiplin, dan semangat Bushido yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap setiap penyelenggaraan kompetisi terus menjunjung tinggi asas keadilan agar setiap atlet mendapat kesempatan bertanding secara setara dan profesional.
Program latihan di Dojo JK saat ini dirancang secara bertahap, mulai dari sesi latihan rutin, latihan berorientasi prestasi, hingga pemusatan latihan intensif menjelang Kejurnas. Porsi latihan akan ditingkatkan secara progresif seiring mendekatnya pelaksanaan kejuaraan.
Perkembangan positif juga terlihat dari sisi pembinaan karate di lingkungan pendidikan MI Jam’iyyatul Khair khususnya terhadap siswa siswinya.
Hal ini diutarakan Ibu Charniati bahwa, kegiatan yang awalnya difokuskan pada pembentukan karakter siswa kini berkembang menjadi program ekstrakurikuler unggulan, seiring sejumlah siswa berhasil diterima di sekolah negeri melalui jalur prestasi olahraga.
YPOK Jakarta Barat berharap keberhasilan para atletnya di Kejurnas September mendatang mampu menginspirasi generasi muda untuk aktif berolahraga, menjauhi perilaku negatif, dan menorehkan prestasi yang membanggakan daerah serta bangsa.(*)












