Heboh Ember dan Tong di Gedung KPK, Diduga Jadi Wadah Suap OTT Bupati Klaten
JAKARTA, KARONESIA.COM – Pemandangan tidak biasa terlihat di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, setelah tim penindak komisi antirasuah menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Klaten, Jawa Tengah.
Selain mengamankan sejumlah uang miliaran rupiah, petugas tampak membawa wadah plastik berupa tong dan ember berukuran besar ke dalam kantor pusat Komisi Pemberantasan Korupsi.



Benda-benda sanitasi rumah tangga tersebut diduga kuat sengaja disiapkan oleh para pelaku sebagai tempat rahasia untuk menampung uang hasil suap.
Hingga saat ini, penyidik masih memeriksa intensif sembilan orang yang terjaring dalam operasi senyap tersebut, termasuk Bupati Klaten dan Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya barang bukti unik yang ikut disita oleh petugas di lapangan tersebut.
“Untuk barang bukti yang diamankan di dalam peristiwa tangkap tangan ini, diantaranya ada uang tunai senilai Rp1,9 miliar,” ungkap Budi kepada wartawan di Gedung KPK, Jumat (16/10/2026).
Budi kemudian menunjuk wadah-wadah plastik yang ikut dipajang dan dibawa oleh tim penindak.
“Kemudian tadi teman-teman juga melihat, ada tong atau ember,” lanjutnya.
Skema menyembunyikan uang panas di dalam ember ini diduga untuk mengelabui petugas dan mempermudah mobilisasi uang suap dalam jumlah besar.
Saat ini, status sembilan orang yang ditangkap masih sebagai terperiksa.
Lembaga antirasuah meminta publik bersabar dan tetap menghormati asas praduga tak bersalah menjelang pengumuman status hukum resmi para pihak.
Kronologi lengkap serta konstruksi perkara suap yang menjerat kepala daerah di Jawa Tengah ini akan dibeberkan secara rinci dalam konferensi pers beberapa saat lagi.(*)













