Menhan Sjafrie Tegaskan Prajurit TNI Anak Kandung Rakyat

Menhan Sjafrie Tegaskan Prajurit TNI Anak Kandung Rakyat

TULUNGAGUNG, KARONESIA.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan kepada prajurit bahwa TNI lahir dari rakyat dan harus mengabdi untuk rakyat. Pesan itu disampaikannya saat kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 886/PJ di Kabupaten Tulungagung, Kamis (29/10/2026).

Kedatangan Menhan disambut langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 081/DSJ Kolonel Inf Erwin Agung. Dalam kunjungan tersebut, Sjafrie didampingi Sekretaris Jenderal Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema dan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tri Budi Utomo.

Di hadapan prajurit Yonif TP 886/PJ, Sjafrie mengingatkan jati diri TNI sebagai tentara rakyat. Menurutnya, setiap prajurit harus menyadari asal-usulnya dan membalas budi kepada rakyat yang telah melahirkannya.

“Kamu menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia, kamu harus tahu bahwa kamu adalah Tentara Rakyat. Karena kamu adalah lahir dari rakyat, kamu adalah anak kandung rakyat, dan setelah menjadi prajurit TNI kamu harus membalas jasanya rakyat kepadamu,” kata Menhan saat memberikan arahan.

Menhan juga meminta para prajurit menjaga semangat dan disiplin, patuh kepada pimpinan, serta terus mengasah kemampuan menembak dan bela diri.

Usai kegiatan, Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Erwin Agung menyatakan optimisme bahwa Yonif TP 886/PJ dapat menjadi motor penggerak pembangunan wilayah sekaligus mendorong kesejahteraan warga sekitar.

Ia menjelaskan, pembentukan satuan Yonif TP di berbagai daerah merupakan langkah strategis pemerintah untuk memajukan setiap daerah.

“Sesuai tujuan Bapak Presiden Prabowo, satuan ini dibentuk di setiap daerah dengan tujuan besar. Tentunya kami optimis, Yonif TP 886/PJ akan mempunyai andil besar dalam upaya mempercepat pembangunan di wilayah dan menggerakkan perekonomian warga di sekitarnya,” ujarnya.

Perwira menengah TNI AD itu turut menyoroti besarnya potensi sumber daya alam di sekitar lokasi satuan, terutama di sektor perkebunan, peternakan, dan kelautan.

Menurutnya, potensi tersebut perlu dikelola secara optimal agar memberi nilai tambah bagi masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Untuk itu, Erwin berharap Yonif TP 886/PJ dapat memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan berbagai komponen bangsa lainnya. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar potensi daerah berkembang maksimal dan program strategis pemerintah di wilayah berjalan sukses.

“Dengan sinergi yang kuat, kami berharap berbagai potensi-potensi yang ada dapat dikembangkan dengan baik sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain itu, pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah di wilayah juga diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan optimal,” pungkasnya.

Dengan arahan Menhan dan harapan Danrem tersebut, kehadiran Yonif TP 886/PJ diharapkan tidak hanya menambah kekuatan pertahanan, tetapi juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat di Tulungagung.(*)

Penulis: Tim Redaksi KaronesiaCom
Editor: Lingga
Sumber: Korem 081/DSJ

🔄 Bagikan Artikel Ini

Dukung jurnalisme yang akurat dan terpercaya bersama Karonesia.com. Sebarkan informasi yang bermanfaat!

Redaksi Karonesia
Redaksi Karonesia
Articles: 8451

Artikel Populer