Baju dan Badan Kotor Bisa Diganti, Terpenting Hati Rakyat Senang
TIGARAKSA,KARONESIA.com – Seragam loreng tak luput dari cipratan semen. Sepatu bot para prajurit pun terbenam di antara adukan beton yang masih basah. Di tengah kondisi itu, anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa terus bekerja meratakan pengecoran jalan di Desa Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Kamis (29/10/2026).
Pakaian yang kotor dan tubuh yang bersentuhan dengan adukan semen menjadi bagian dari pekerjaan yang mereka jalani. Para prajurit tetap telaten meratakan beton, memastikan setiap bagian dikerjakan secara bertahap.



Di bawah tuntutan pekerjaan fisik, kegigihan mereka terlihat dari upaya menyelesaikan pengecoran agar jalan dapat dimanfaatkan warga.
Tak jauh dari lokasi pengerjaan, sejumlah warga tampak serius memperhatikan proses pembangunan. Mereka menyaksikan langsung bagaimana para prajurit bekerja bersama di tengah lingkungan yang setiap hari menjadi tempat warga beraktivitas.
Bagi masyarakat desa, jalan bukan sekadar hamparan beton. Jalan menjadi akses untuk pergi ke kebun, berbelanja ke warung, mengangkut hasil pertanian, hingga menjalankan berbagai keperluan keluarga.
Salah seorang warga menggambarkan manfaat pembangunan tersebut dengan bahasa sederhana.
“Alhamdulillah, senang mah, Pak. Jalan di dieu mun hujan becek. Rek ka kebon oge kadang susah. Muga-muga mun geus beres mah, jalanna bagus, teu becek deui,” ujarnya.
Ungkapan sederhana itu menggambarkan persoalan yang dekat dengan kehidupan warga. Jalan yang sulit dilalui saat hujan dapat membuat perjalanan sehari-hari menjadi lebih merepotkan. Karena itu, perbaikan akses menjadi harapan yang manfaatnya dinantikan langsung oleh masyarakat.
Warga lainnya berharap pembangunan jalan tersebut segera rampung agar bisa digunakan bersama.
“Muga-muga gancang beres bae, Pak. Biar bisa dipake. Urang mah hayang jalan bagus, mun ka kebon teu susah. Hatur nuhun lah, desa urang geus dibangun jalan,” tuturnya.
Harapan warga itu menjadi pengingat bahwa pekerjaan yang dilakukan para personel Satgas memiliki arti di luar proses pengecoran itu sendiri. Jalan yang dibangun diharapkan dapat membantu warga menjalani rutinitas dengan lebih mudah, tanpa terlalu direpotkan kondisi akses yang becek ketika hujan.
Di lapangan, pengerjaan jalan membutuhkan tenaga, ketelitian, dan kerja sama. Adukan beton harus diratakan, bagian demi bagian ditangani, sementara personel bekerja mengikuti tahapan pekerjaan yang berlangsung. Kegigihan tersebut menjadi bagian dari proses mewujudkan sasaran fisik TMMD yang manfaatnya ditujukan bagi masyarakat.
Pengecoran jalan ini merupakan salah satu sasaran fisik program TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa. Peningkatan kualitas jalan diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, memudahkan akses menuju kawasan permukiman dan pertanian, serta menunjang aktivitas sosial maupun perekonomian masyarakat setempat.
Pada akhirnya, pengabdian tidak hanya terlihat dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga dari manfaat yang kelak dirasakan masyarakat.
Bagi prajurit, pakaian kotor dapat dicuci dan tubuh yang lelah dapat beristirahat. Namun, jalan yang dibangun diharapkan terus membantu warga dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Baju dan badan kotor bisa dibersihkan, tetapi kebahagiaan warga saat memiliki jalan yang lebih baik menjadi bagian dari makna pengabdian itu sendiri.
Sebab, pembangunan bukan semata-mata tentang beton yang mengeras, melainkan tentang akses yang semakin mudah dan harapan masyarakat yang perlahan terwujud.













