Di Tengah Tugas Kewilayahan, Pratu Wipmal Yonarhanud 10/ABC Sabet Juara 1 Pencak Silat
Bogor, KARONESIA.com – Tiga hari pertandingan yang melelahkan di GOR Laga Tangkas Laga Satria Pakansari berakhir manis bagi Pratu Wipmal. Prajurit Batalyon Arhanud 10/ABC ini berhasil melangkah ke puncak podium, menyabet gelar Juara 1 kategori Dewasa Kelas I pada Kejuaraan Pencak Silat Satria Warrior Championship 2026 yang berlangsung 21–23 Agustus 2026.
Pertandingan yang mempertemukan pesilat dari berbagai penjuru itu tidak mudah. Setiap gerakan di atas gelanggang membutuhkan konsentrasi penuh, kekuatan, dan ketangkasan yang terasah baik. Bagi Pratu Wipmal, tantangannya tidak hanya datang dari lawan tanding, tetapi juga dari kenyataan bahwa ia harus membagi waktu antara latihan intensif dan pemenuhan tugas-tugas kewilayahan yang tidak pernah mengenal jeda.
Namun di atas matras, semua beban itu seolah lenyap. Langkahnya luwes, serangannya terukur, dan pembelaannya kokoh. Semangat pantang menyerah yang setiap hari ditempa di lingkungan satuan membawanya melaju dari babak penyisihan hingga partai final. Kemenangan ini bukan kebetulan, melainkan buah dari kedisiplinan yang dijaga ketat dan konsistensi latihan yang dijalani dengan sungguh-sungguh.
Keberhasilan Pratu Wipmal tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi. Nama Yonarhanud 10/ABC ikut berkibar di kejuaraan tersebut, membuktikan bahwa prajurit TNI bukan hanya ahli dalam menjalankan tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga mampu berprestasi di berbagai bidang, termasuk olahraga bela diri warisan budaya bangsa.
Komandan Batalyon Arhanud 10/ABC menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian tersebut. “Kemenangan ini bukan sekadar raihan gelar pribadi, melainkan kehormatan yang membanggakan bagi seluruh keluarga besar Prajurit Gagak Hitam,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegigihan yang ditunjukkan Pratu Wipmal mencerminkan karakter prajurit sejati—yang menjunjung tinggi profesionalisme, jiwa kesatria, dan keunggulan dalam berprestasi. Karakter inilah yang dibawa setiap prajurit tidak hanya saat bertugas, tetapi juga dalam setiap langkah pengembangan diri.
Prestasi ini diharapkan dapat membakar semangat seluruh prajurit Yonarhanud 10/ABC untuk terus menggali dan mengembangkan potensi diri di berbagai bidang positif. Lebih dari sekadar ajang kompetisi, keikutsertaan dalam seni bela diri tradisional ini mengingatkan bahwa menjaga warisan budaya bangsa adalah tanggung jawab bersama. Nilai-nilai sportivitas, kerendahan hati, dan kehormatan diri yang hidup dalam pencak silat, sejatinya sejalan dengan semangat pengabdian prajurit kepada bangsa dan negara.(*)
Sumber : Pen Yonarhanud -10/ABC
Bagikan Artikel Ini
Dukung jurnalisme yang akurat dan terpercaya bersama Karonesia.com















