Langkah Kadisnaker Tangsel Untuk Pengentasan Kemiskinan dan Penyediaan Lapangan Kerja Baru

TANGERANG SELATAN, Karonesia.com -Pembangunan pusat pelatihan dan inkubasi bisnis terpadu serta layanan ketenagakerjaan digital di kawasan konservasi merupakan langkah yang sangat diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, khususnya di daerah Tangerang Selatan. Melalui program ini, Dinas Ketenagakerjaan Tangsel berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan pelayanan ketenaga kerjaan serta kualitas sumber daya manusia.

Seperti disampaikan Kadisnaker Tangsel Maringan Sihotang, S.Si.MH kepada media di ruang kerjanya, Rabu (13/12/2023) bahwa, Pusat Pelatihan dan Inkubasi Bisnis Terpadu merupakan wadah bagi para pelaku usaha untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan jaringan yang dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis mereka.

“Pusat Pelatihan dan Inkubasi Bisnis Terpadu yang dirancang oleh Dinas Ketenagakerjaan Tangsel akan difokuskan pada pelatihan berbasis kompetensi dan pelayanan ketenaga kerjaan digital. Wadah ini juga memiliki peran dalam menjembatani antara pelaku usaha, pencari kerja dan pasar, serta menyediakan sarana komunikasi antara keluarga dan pekerja luar negeri.

Dijelaskannya bahwa, layanan ketenagakerjaan digital dimaksudkan agar masyarakat dapat mencari informasi mengenai lowongan kerja dan memberikan pelatihan online untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan mereka.

“Layanan ini akan membantu memecahkan permasalahan ketenagakerjaan, yang sering kali tidak terjangkau oleh masyarakat.” ujarnya.

Baca Juga :  Pelda Enday Menjadi Khotib Sholat Jumat di Masjid Al-Istiqomah
insert. Kadisnaker Tangsel Maringan Sihotang Pemaparan di BBWS Kementerian PUPR

Dengan membangun pusat pelatihan dan inkubasi bisnis terpadu serta layanan ketenagakerjaan digital, Dinas Ketenagakerjaan Tangsel akan membuka peluang kerja baru dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, program ini juga akan memberikan keterampilan dan pengetahuan ke dalam sektor-sektor ekonomi inovatif yang dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Kita juga sosialisasikan kepada unsur Pentahelix dan di program ini, ada beberapa poin yang diharapkan diantaranya,
1. Terlaksananya pelatihan 30 (dilatih, disertifikasi, ditempatkan/dipekerjakan),
2. Terlaksananya pelatihan Bahasa dan keterampilan pekerja luar negeri secara praktikal di kawasan,
3. Terlaksananya Pelatihan wirausaha baru berbasis skill, jejaring market dan administrasi bisnis,
4. Terlaksananya Tangsel Enterpreneur got talent (konsep terbaik usaha rintisan/start up) yang didampingi Perbankan sebagai pendukung permodalan, dunia usaha bimbingan bisnis dan pelatihan marketing ,
5. Terdapat glamping hotel river view (kerjasama dengan perhotelan),
6. Pelayanan ketenagakerjaan yang sudah terpusat di kawasan dan dapat diakses oleh seluruh stakeholder:
• Lowongan pekerjaan dalam dan luar negeri, AK 1, JKP, Pengesahan PP Rekomendasi TKA, Rekomendasi CPMI, Informasi pemagangan dalam dan luar negeri tergabung dalam sebuah sistem informasi digital yang terintegrasi dan dapat diakses secara luas dan proporsional oleh pemangku kepentingan,
6. Terdapat ruang untuk penanaman rumput pakan ternak, talas pakan ikan,
  • Terdapat ruang budi daya durian, alpukat, bamboo, nangka dan hidroponik
  • Terdapat green house benih tanaman,
  • Terdapat budi daya ikan konsumsi dan ikan hias Tersedianya zona pengelolaan sampah terpadu.

Baca Juga :  Foodbank of Indonesia Qurban Hingga Pelosok

“Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat dan pelaku bisnis di wilayah konservasi untuk memanfaatkan program yang telah disediakan oleh Dinas Ketenagakerjaan Tangsel ini.” jelasnya.

Karena itu, kata Maringan Sihotang, melalui pembangunan pusat pelatihan dan inkubasi bisnis terpadu serta layanan ketenagakerjaan digital, Dinas Ketenagakerjaan Tangsel berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di daerah Tangsel.

“Program ini akan membuka peluang baru bagi pelaku bisnis, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung sektor ekonomi yang inovatif dan produktif. Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat dan pelaku bisnis untuk memanfaatkan wilayah konservasi sebagai Pusat Pelatihan Dan Inkubasi Bisnis Terpadu Serta Layanan Ketenagakerjaan Digital,” tutupnya.(#)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *