TMMD 129 Ponorogo: Jalan hingga Jembatan Beton Dibangun
PONOROGO, KARONESIA.COM – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 yang digelar Kodim 0802/Ponorogo mulai menggeliatkan Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon. Meski seremoni pembukaan belum digelar, geliat pengerjaan sejumlah proyek fisik sudah tampak di desa yang berada sekitar 14 kilometer dari pusat Kota Ponorogo itu.
Tahap Pra TMMD yang tengah berjalan mendapat sambutan hangat dari warga. Mereka bergantian meluangkan waktu di sela kesibukan mencari nafkah untuk ikut bergotong royong bersama personel TNI yang diterjunkan di berbagai titik pengerjaan.
Dandim 0802/Ponorogo, Letkol Inf Farauk Saputra, mengapresiasi semangat warga tersebut saat mendampingi Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto meninjau lokasi, Jumat (26/6/2026) sore. “Warga di sini luar biasa, meski mereka harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, namun mereka masih bisa membagi waktu secara bergantian untuk terlibat langsung di berbagai titik sasaran,” ujarnya.
Farauk memaparkan, sejumlah target fisik telah ditetapkan dalam TMMD 129 ini. Di antaranya pengecoran paving jalan di Dukuh Ngipik dan Dukuh Gupit, pembangunan jembatan di Dukuh Bibis, pembuatan talud di Dukuh Gupit, serta perbaikan rumah tidak layak huni milik warga Dukuh Gupit bernama Sumani.
Tak hanya pembangunan fisik, kegiatan nonfisik berupa berbagai penyuluhan turut disiapkan guna menambah wawasan dan mendongkrak kesejahteraan warga setempat. Program ini juga menyertakan agenda unggulan Kepala Staf Angkatan Darat, yakni pengeboran lima titik sumur serta perbaikan empat unit rumah tidak layak huni.
Danrem Untoro menekankan pentingnya tahap Pra TMMD dimaksimalkan agar seluruh target dapat rampung tepat waktu dengan hasil yang optimal. Ia mengingatkan bahwa masa pelaksanaan TMMD hanya berlangsung 30 hari, sehingga persiapan matang menjadi kunci, terlebih dengan medan Desa Bulu Lor yang tergolong menantang.
”Pelaksanaan TMMD hanya berlangsung selama 30 hari. Oleh karena itu, Pra TMMD sangat diperlukan agar seluruh sasaran fisik dapat diselesaikan sesuai target dan tepat waktu. Apalagi jika harus mengahadapi sulitnya kondisi medan seperti di Desa Bulu Lor ini, tentunya Pra TMMD sangat diperlukan,” katanya di sela peninjauan. Ia menambahkan, tahap persiapan itu diharapkan membuat setiap pekerjaan dikerjakan penuh kehati-hatian, bukan asal selesai.
Peninjauan sempat berhenti di lokasi pembangunan jembatan yang sebelumnya hanya berupa sesek bambu. Struktur baru dirancang berbahan beton dengan panjang 11 meter dan lebar 3,2 meter, serta mampu menahan beban kendaraan hingga 10 ton, sehingga mobilitas warga diproyeksikan lebih lancar.
Kolonel Untoro menyatakan optimismenya bahwa rangkaian pembangunan dalam TMMD 129 ini akan memberi dampak nyata bagi masyarakat Bulu Lor, sekaligus mendorong roda perekonomian dan kesejahteraan warga dalam jangka panjang.(*)
















