⚡ BREAKING
   

Progres 87% RTLH Kodim 0510, Babinsa Turun Langsung

Progres 87% RTLH Kodim 0510, Babinsa Turun Langsung

Tigaraksa | KARONESIA.COM  – Progres pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah teritorial Kodim 0510/Tigaraksa mencapai 87 persen, menandai percepatan signifikan di tengah berbagai kendala klasik program perbaikan hunian warga.

Salah satu pengerjaan berlangsung di Kampung Dukuh, Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang. Rumah milik Nanang Sujana berukuran 5 x 6 meter kini memasuki tahap pelesteran dinding dan ditargetkan segera rampung.

‎Selama ini, pelaksanaan program RTLH kerap terkendala keterbatasan material, tenaga kerja, hingga rendahnya partisipasi masyarakat. Di sejumlah wilayah, progres bahkan berjalan lambat karena kurangnya pengawasan dan koordinasi.

‎Danramil 07/Kresek, Kapten Inf Amin, menegaskan pihaknya turun langsung untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target. Ia menilai percepatan hanya bisa dicapai jika seluruh unsur di lapangan bergerak bersama.

“Program ini menjadi bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Kami pastikan pengerjaan berjalan maksimal agar warga segera menikmati hunian yang layak,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

Di lapangan, Babinsa Desa Patrasana, Sertu Warno, juga aktif mengawal setiap tahapan pembangunan. Ia menyebut progres 87 persen saat ini merupakan hasil kerja bersama antara aparat dan masyarakat.

‎“Kami terus dampingi proses pengerjaan dari awal hingga saat ini. Fokus kami memastikan kualitas bangunan tetap baik sekaligus pekerjaan selesai tepat waktu,” kata Warno.

‎Menurutnya, selama ini percepatan pembangunan sering terkendala faktor teknis dan keterbatasan sumber daya. Namun dengan keterlibatan langsung Babinsa, hambatan tersebut bisa ditekan secara bertahap.

‎Pendekatan kolaboratif yang diterapkan di wilayah Kodim 0510/Tigaraksa dinilai efektif mendorong capaian program RTLH. Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama dalam menjaga kesinambungan program dan pemerataan bantuan di wilayah lain.

‎Di sisi lain, minat masyarakat terhadap program serupa di beberapa daerah masih tergolong rendah. Kurangnya pemahaman serta isu transparansi menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan.

‎Dengan progres yang hampir rampung, pembangunan rumah tersebut diharapkan segera memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan keluarga.(*)

Karonesia
  • Penulis: Redaksi karonesia.com
  • Editor: Lingga
Bagikan Artikel Ini
Informasi terpercaya dari karonesia.com
Redaksi Karonesia
Redaksi Karonesia
Articles: 7272

Artikel Populer