Imunisasi Campak ORI Tangerang: Babinsa Koramil 14/Panongan Turun Langsung ke Desa
Tigaraksa | KARONESIA.COM- Babinsa Koramil 14/Panongan memimpin pendampingan Grebek ORI Campak di Desa Serdang Kulon, Kabupaten Tangerang, Senin (6/4/2026), menyasar anak usia 9 bulan hingga 59 bulan sebagai respons darurat terhadap ancaman penyebaran campak.



Kegiatan bertema “Anak Sehat Anak Bahagia, Indonesia Kuat” ini bukan sekadar program rutin. Grebek ORI, singkatan dari Outbreak Response Immunization digelar sebagai respons cepat terhadap potensi ledakan kasus campak di wilayah tersebut.
Babinsa hadir bukan hanya sebagai pendamping seremonial, melainkan sebagai penggerak lapangan yang memastikan setiap balita terjangkau layanan imunisasi.
Campak masih menjadi ancaman serius bagi anak-anak Indonesia. Program ORI diaktifkan pemerintah ketika terjadi peningkatan kasus atau potensi wabah di suatu wilayah, dan keterlibatan TNI melalui jaringan Babinsa dinilai efektif untuk menembus lapisan masyarakat yang sulit dijangkau petugas kesehatan konvensional.
Kegiatan berlangsung dengan melibatkan lintas unsur, Kepala Desa Serdang Kulon Aden Sukarna S.Sos, PKK kecamatan dan desa, Bhabinkamtibmas, BPD, perangkat RT/RW, hingga kader kesehatan.
Dua Babinsa yang ditugaskan, Pelda Didi W dan Serma Suan J, aktif mengkoordinasikan alur pelayanan agar imunisasi berjalan tertib dan menjangkau semua sasaran.
“Kami hadir untuk memastikan program imunisasi berjalan maksimal. Ini adalah bagian dari pengabdian TNI kepada rakyat, khususnya dalam menjaga kesehatan generasi penerus bangsa,” tegas Serma Suan J, Babinsa Desa Serdang Kulon.
Danramil 14/Panongan menegaskan bahwa kehadiran Babinsa di kegiatan semacam ini bukan inisiatif lokal semata, melainkan instruksi langsung dari atas sebagai wujud komitmen TNI AD mendukung program prioritas pemerintah di bidang kesehatan.
Warga Serdang Kulon menyambut antusias kehadiran Babinsa di tengah kegiatan imunisasi tersebut. Kepala Desa Aden Sukarna mengapresiasi sinergi TNI dan pemdes yang disebutnya sangat membantu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, sebuah modal sosial yang tak kalah penting dari ketersediaan vaksin itu sendiri.(*)













