Doa Syukur HUT Ke-81 RI di Kodam IV Diponegoro Semarang

Doa Syukur HUT Ke-81 RI di Kodam IV Diponegoro Semarang

Semarang, KARONESIA.com – Di tiga tempat ibadah berbeda di Semarang, ribuan prajurit dan pegawai sipil Kodam IV/Diponegoro memanjatkan doa yang sama: rasa syukur atas 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Rangkaian doa syukur HUT ke-81 RI ini digelar serentak sesuai keyakinan masing-masing, menjadikannya salah satu bentuk peringatan kemerdekaan yang paling mencerminkan keberagaman di lingkungan militer Jawa Tengah.

Pusat kegiatan berlangsung di Masjid Al Firdaus, Makodam IV/Diponegoro, Jumat (14/8/2026). Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., hadir langsung memimpin jalannya doa syukur bersama para prajurit dan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kodam.

Suasana khidmat mewarnai acara, saat seluruh peserta memanjatkan harapan agar Indonesia senantiasa diberkahi keamanan, kedamaian, persatuan, dan kemajuan.

Momen ini bukan sekadar seremoni tahunan. Bagi jajaran Kodam IV/Diponegoro, doa syukur menjadi ruang untuk mengenang kembali jasa dan pengorbanan para pahlawan yang merebut kemerdekaan, sekaligus menegaskan komitmen meneruskan nilai-nilai perjuangan itu dalam tugas sehari-hari mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Yang membedakan peringatan kali ini adalah caranya menjangkau keberagaman keyakinan di tubuh institusi. Selain di masjid, doa syukur serupa digelar oleh umat Hindu di Aula Persit Bintaljarahdam IV/Diponegoro, sementara umat Kristen Protestan dan Katolik beribadah syukur di Gereja Oikoumene Diponegoro.

Ketiganya berlangsung dalam waktu yang berdekatan, dengan semangat dan tujuan yang sama.

Format doa syukur lintas agama semacam ini sebenarnya lazim dipraktikkan di lingkungan satuan TNI pada momen-momen kenegaraan besar, sebagai cara menghadirkan nilai kebangsaan tanpa mengesampingkan keragaman keyakinan personel maupun pegawainya.

Praktik ini sejalan dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, prinsip “berbeda-beda tetapi tetap satu” yang menjadi salah satu pilar dasar dalam kehidupan berbangsa di Indonesia.

Kegiatan doa syukur lintas agama ini pun dimaknai sebagai penguat toleransi dan kebersamaan di lingkungan keluarga besar Kodam IV/Diponegoro. Semangat tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni satu hari, melainkan terus terbawa dalam interaksi sehari-hari antarpersonel dan pegawai yang berasal dari latar belakang agama berbeda.

Tiga rumah ibadah, tiga cara berdoa, namun satu rasa syukur yang sama atas kemerdekaan yang telah diraih — begitulah HUT ke-81 RI dirayakan di lingkungan Kodam IV/Diponegoro tahun ini. (*)

Penulis : tim redaksi
Editor : Lingga
Sumber : Pendam IV Dip

Bagikan Artikel Ini

Dukung jurnalisme yang akurat dan terpercaya bersama Karonesia.com

Views 33
Redaksi Karonesia
Redaksi Karonesia
Articles: 7937

Artikel Populer