Cegah Polarisasi, TMMD Tigaraksa Perkuat Wasbang Generasi Muda
TIGERAKSA, KARONESIA.COM — Ancaman polarisasi dan degradasi moral di tengah masifnya arus informasi digital mendorong Kodim 0510/Tigaraksa bergerak cepat memperkuat wawasan kebangsaan generasi muda. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026, langkah preventif ini diwujudkan dalam bentuk penyuluhan ideologi negara kepada puluhan siswa di SMKN 11 Kabupaten Tangerang pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Tantangan Gen Z saat ini tidak lagi berada di medan perang fisik, melainkan pertempuran opini di media sosial yang rentan memecah belah persatuan. Sebanyak 40 siswa yang mengikuti kegiatan ini diajak untuk memahami kembali nilai-nilai luhur Pancasila di tengah kepungan budaya asing dan hoaks.



Pendekatan emosional dan interaktif digunakan agar para remaja ini tidak sekadar menghafal teori, tetapi mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami sangat merasakan bagaimana ruang digital saat ini penuh dengan polarisasi. Kehadiran bapak-bapak TNI ke sekolah memberikan kami sudut pandang baru yang sangat menyentuh tentang pentingnya menjaga persatuan demi masa depan kami sendiri,” ujar Rita Sulistiawati, perwakilan kesiswaan yang mendampingi para siswa selama jalannya acara.
Narasumber dari Bintaldam Jaya, Letda Inf Asman Nababan, menegaskan bahwa benteng pertahanan terbaik sebuah negara adalah karakter pemudanya. Sementara itu, Kepala SMKN 11 Kabupaten Tangerang, Dra. Emma Sukmayati, S.Pd., mengapresiasi kolaborasi aktif ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus digalakkan secara berkala demi menyaring dampak negatif globalisasi di lingkungan pendidikan.
Langkah Preventif Gen Z Menangkal Polarisasi dan Radikalisme digital
Sebagai wujud nyata dari penyuluhan TMMD nonfisik ini, berikut adalah beberapa langkah konkret yang dapat diterapkan oleh generasi muda dan pihak sekolah untuk mencegah perpecahan:
- Saring Sebelum Sharing: Selalu verifikasi kebenaran informasi atau berita yang diterima di media sosial sebelum membagikannya ke orang lain.
- Batasi Konten Provokatif: Hindari terlibat dalam perdebatan digital yang menggunakan narasi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
- Aktif Kampanyekan Toleransi: Gunakan platform digital pribadi untuk memproduksi atau membagikan konten positif yang merekatkan persatuan bangsa.
- Pendidikan Karakter Berkelanjutan: Pihak sekolah wajib mengintegrasikan nilai-nilai wawasan kebangsaan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler secara interaktif.
- Peka Terhadap Lingkungan Sekitar: Melaporkan kepada pihak berwenang atau guru jika melihat adanya indikasi penyebaran paham radikal dan intoleran di lingkungan remaja.
Kegiatan penyuluhan wawasan kebangsaan yang diinisiasi oleh Staf Ter Kodim 0510/Tigaraksa bersama Babinsa Desa Pangkat, Serka Andi Gusman, ini berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini merupakan investasi jangka panjang nasional.
Berdasarkan data BPS mengenai bonus demografi, penguatan mental generasi muda menjadi kunci utama untuk mewujudkan Indonesia Emas yang stabil dan bebas dari konflik internal.













