Aksi Nyata HUT ke-28 Korem 052/Wkr: Tuntaskan Rehab 3 Yayasan, 7 RTLH, dan 7 Sumur Bor

Aksi Nyata HUT ke-28 Korem 052/Wkr: Tuntaskan Rehab 3 Yayasan, 7 RTLH, dan 7 Sumur Bor

TANGERANG, KARONESIA.com -Komando Resor Militer (Korem) 052/Wijayakrama (Wkr) menegaskan komitmen pengabdiannya kepada masyarakat melalui aksi nyata di lapangan. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28, Korem 052/Wkr menggelontorkan serangkaian program karya bakti fisik berkesinambungan yang mencakup rehabilitasi 3 yayasan panti asuhan, renovasi 7 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga pembangunan 7 unit Mandi, Cuci, Kakus (MCK) dan sumur bor di wilayah teritorialnya, Rabu (28/10/2026).

Dalam wawancara eksklusif di lokasi peninjauan Jalan Kali Baru, Kelurahan Perigi Baru, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Komandan Korem (Danrem) 052/Wijayakrama Brigjen TNI Faizal Rizal, S.I.P., M.I.P.. menegaskan bahwa pengerjaan sasaran fisik dan nonfisik ini merupakan bukti otentik hadirnya negara di tengah kesulitan rakyat, sekaligus penyokong utama program pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Dalam rangka HUT Korem 052/Wijayakrama ke-28, kami menyelenggarakan serangkaian kegiatan karya bakti, baik yang bersifat fisik maupun nonfisik. " jelas Danrem.

"Untuk sasaran fisik, hari ini kita meninjau langsung progres pembangunan dan rehabilitasi Yayasan Panti Asuhan Bahrul Ulum yang saat ini sudah mencapai 96 persen. Selain itu, ada dua yayasan lain yang juga menjadi sasaran rehabilitasi, yaitu Yayasan Al-Amin dan Sahabat Yatim," ungkap Danrem secara eksklusif.

Tak hanya merenovasi tempat penampungan dan pendidikan bagi anak-anak yatim, Danrem menjelaskan bahwa jajaran prajurit Korem 052/Wkr juga dikerahkan secara intensif untuk menggarap infrastruktur pemukiman dan sanitasi dasar warga.

"Kami juga melaksanakan kegiatan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 7 unit rumah warga, serta pembangunan 7 unit MCK dan sumur bor. Di luar momentum HUT ini sendiri, Korem sebenarnya sudah secara berkelanjutan merehabilitasi sekitar 100 unit RTLH, termasuk program jembatanisasi dan sumur bor di wilayah lainnya," tambah jenderal bintang satu tersebut.

Selain fokus pada penguatan fisik bangunan, Korem 052/Wkr juga mengimbangi pergerakannya melalui aksi sosial nonfisik yang inklusif. Penyaluran bantuan sosial dilakukan secara serentak menembus sekat perbedaan, mencakup panti asuhan Muslim, panti asuhan Nasrani, hingga Panti Jompo di kawasan Islamic Center.

Langkah ini diambil guna memastikan perlindungan dan perhatian sosial menjangkau seluruh lapisan masyarakat rentan tanpa terkecuali.

Menurut Danrem, perbaikan sarana belajar di yayasan-yayasan yang selama ini luput dari perhatian merupakan langkah krusial untuk membakar semangat generasi muda.

Dengan fasilitas yang layak, anak-anak yatim diharapkan memiliki rasa percaya diri yang tinggi, berakhlak mulia, dan berpengetahuan mendalam sebagai modal menuju Visi Indonesia Emas 2045.

Di akhir wawancara eksklusif, Danrem menekankan bahwa keberhasilan seluruh program fisik maupun nonfisik ini muaranya adalah menciptakan kondusivitas wilayah melalui kemanunggalan yang tak terpisahkan antara TNI dan rakyat.

"Kemanunggalan TNI dan rakyat adalah modal fundamental menuju Indonesia yang aman, maju, adil, dan sejahtera. Tidak ada pembangunan yang bisa berjalan dengan baik tanpa topangan sinergi ini. Ketika situasi wilayah aman berkat kemanunggalan TNI-Rakyat, maka pembangunan daerah otomatis akan berjalan dengan lancar," tegas Danrem menutup keterangannya.(*)

Penulis: Tim Redaksi karonesiacom | Editor: Lingga


🔄 Bagikan Artikel Ini

Dukung jurnalisme yang akurat dan terpercaya bersama Karonesia.com. Sebarkan informasi yang bermanfaat!

Redaksi Karonesia
Redaksi Karonesia
Articles: 8440

Artikel Populer