Bakti TNI AD Banyumas: Akselerasi Pembangunan Fisik Berlanjut
BANYUMAS, KARONESIA.com – Memasuki hari ke-14 pelaksanaan, program Bakti TNI AD untuk Rakyat Anggaran Tahun (TA) 2026 yang diinisiasi oleh Kodim 0701/Banyumas menunjukkan progres pembangunan fisik yang signifikan. Proyek teritorial skala masif ini difokuskan pada pemenuhan infrastruktur dasar pedesaan serta konektivitas antarwilayah guna mendorong akselerasi ekonomi daerah.
Berdasarkan data taktis di lapangan per Sabtu (24/10/2026), sejumlah target struktural telah rampung sepenuhnya. Infrastruktur vital berupa jalan rabat beton di Desa Gumelar dilaporkan telah selesai 100 persen.



Sementara itu, pengerjaan akses jalan interkoneksi di Desa Sawangan saat ini telah berhasil tersambung sepanjang 48 meter dari target keseluruhan yakni 612 meter.
Cetak Biru Infrastruktur dan Mitigasi Sanitasi Terintegrasi
Komando Distrik Militer (Kodim) 0701/Banyumas menerapkan manajemen proyek terukur untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung terbangun sesuai spesifikasi teknis. Selain akses jalan, tim satgas di lapangan telah merampungkan konstruksi dua talud penguat tebing sepanjang 125 meter dan 25 meter.
Ditambah lima titik plat beton sepanjang masing-masing 4 meter, serta jaringan saluran drainase sepanjang 80 meter guna meminimalkan risiko genangan air.
Di lereng pedesaan pedalaman Banyumas, personel TNI berseragam loreng bersama warga secara teratur melakukan penggalian tanah sedalam setengah meter di sisi jalan semen.
Pemasangan pipa PVC putih berdiameter sedang melintasi jalur tersebut, yang diproyeksikan menjadi urat nadi distribusi air bersih untuk mengentaskan persoalan kekeringan musiman di kawasan permukiman lereng bukit.
Program pemenuhan air bersih ini ditargetkan menyasar tiga desa krusial. Saat ini, progres pipanisasi di Desa Kebumen telah mencapai 16 persen untuk melayani 40 Kepala Keluarga (KK), diikuti Desa Klinting sebesar 14 persen dengan target 106 KK, serta Desa Bangsa untuk 10 KK.
Guna mengantisipasi krisis air selama masa konstruksi, Kodim 0701/Banyumas juga telah mendistribusikan pasokan darurat sebanyak 10.000 liter air bersih langsung ke pemukiman warga di Desa Sudagaran.
Peningkatan Kualitas Hunian dan Fasilitas Publik
Selain fokus pada akses sanitasi berupa 31 sasaran jambanisasi, TNI AD bersama jajaran pemangku kepentingan daerah juga menggenjot program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 105 unit.
Program perbaikan hunian ini didukung secara sinergis melalui skema 21 unit dukungan Sterad, 25 unit bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR), dan 59 unit dari anggaran Pemerintah Daerah (Pemda).
Rencana strategis jangka pendek berikutnya dari program Bakti TNI AD ini mencakup penyelesaian jembatan di 10 titik, pengeboran sumur bor di 30 lokasi rawan kekeringan, hingga pembenahan fasilitas pendidikan dan keagamaan yang mencakup renovasi 4 gedung sekolah, 4 tempat ibadah, serta 4 panti asuhan di wilayah Kabupaten Banyumas.(*)
Penulis: Tim Redaksi karonesiacom | Editor: Lingga













