Pangdam IV/Diponegoro Hadiri Hari Santri 2026 di Tegal

Pangdam IV/Diponegoro Hadiri Hari Santri 2026 di Tegal

TEGAL, KARONESIA.COM – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sudaryanto, S.E., M.Han., menghadiri Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah di kawasan Jalan Pancasila depan Menara Air Waterleiding, Kota Tegal, Kamis (22/10/2026).

Kehadiran jenderal bintang dua ini menegaskan komitmen TNI dalam merangkul elemen pesantren untuk memperkuat persatuan bangsa, membangun karakter generasi muda, serta mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menegaskan bahwa santri tidak hanya bagian dari sejarah perjuangan kemerdekaan, tetapi juga menjadi pilar utama dalam menjawab tantangan zaman melalui penguatan ilmu pengetahuan, kemandirian, dan integritas moral.

Jawa Tengah menyimpan potensi besar dalam mencetak generasi penerus bangsa melalui jalur pendidikan keagamaan. Berdasarkan data resmi, wilayah ini memiliki sekitar 5.325 pesantren yang membina 815.504 santri.

Jumlah ini menggambarkan betapa besarnya peran lembaga pesantren dalam menanamkan nilai kedisiplinan, gotong royong, dan cinta Tanah Air yang menjadi modal sosial menjaga kondusivitas wilayah.

Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan tokoh agama menjadi langkah strategis dalam membangun ketahanan sosial masyarakat. Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026, sinergi ini diwujudkan untuk memastikan para santri mendapatkan dukungan penuh dalam meningkatkan kapasitas diri dan perluasan wawasan agar siap berkontribusi di berbagai sektor kehidupan nasional.

Langkah konkret dan upaya preventif dalam mengoptimalkan peran santri serta menjaga kerukunan di daerah meliputi:

  • Peningkatan Kapasitas SDM: Mendorong santri memperluas wawasan digital dan keilmuan modern tanpa mengesampingkan nilai akhlak mulia.
  • Penguatan Sinergitas Wilayah: Membangun komunikasi rutin antara aparat teritorial, pemerintah daerah, dan pengasuh pesantren untuk deteksi dini potensi ketegangan sosial.
  • Pembinaan Karakter Kebangsaan: Mengintegrasikan nilai kedisiplinan dan semangat gotong royong pesantren dalam menjaga stabilitas keamanan serta kedamaian di tengah masyarakat.

Upacara peringatan ini turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol. (Purn.) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St. MK., Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., serta Ketua MUI Jawa Tengah Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si.

Kolaborasi seluruh pimpinan daerah dan tokoh agama ini diharapkan menjadi landasan kokoh bagi terciptanya masyarakat yang harmonis dan siap menyongsong pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Penulis; Tim Redaksi Editor: Lingga


🔄 Bagikan Artikel Ini

Dukung jurnalisme yang akurat dan terpercaya bersama Karonesia.com. Sebarkan informasi yang bermanfaat!

Redaksi Karonesia
Redaksi Karonesia
Articles: 8398

Artikel Populer