TMMD 130 di Ngawi Hemat Rp500 Juta, 150 Prajurit Bangun Desa

TMMD 130 di Ngawi Hemat Rp500 Juta, 150 Prajurit Bangun Desa

NGAWI, KARONESIA.com — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0805/Ngawi resmi dimulai di Desa Jatipuro, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (13/10/2026). Program ini terbukti membawa dampak besar bagi percepatan pembangunan daerah sekaligus mengefisiensikan anggaran pemerintah daerah.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi lintas sektor yang terjalin antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ia mengungkapkan, pelaksanaan TMMD mampu menghemat anggaran daerah hingga ratusan juta rupiah dibanding pengerjaan proyek secara kontraktual.

“Ketika dikerjakan oleh masyarakat, oleh TNI, dan berbagai elemen yang lain, kita bisa menghemat kurang lebih Rp400 juta sampai Rp500 juta dibanding jika dikerjakan dengan dikontraktualkan atau dikerjasamakan,” ujar Ony usai pembukaan TMMD di Desa Jatipuro, Selasa (13/10/2026).

Ony berharap hadirnya TMMD ke-130 dapat menyelesaikan berbagai permasalahan infrastruktur mendasar di Desa Jatipuro, terutama terkait jembatan yang kerap menjadi keluhan warga saat musim hujan.

“Khususnya jembatan yang sering dikeluhkan oleh masyarakat karena sering terkena banjir. Ketika jembatan sudah ditinggikan dan dicor beton, harapannya saat air meluap atau terjadi banjir, aksesibilitas masyarakat tetap terjaga dan aman,” tambahnya.

Kerahkan 150 Prajurit dan Berbagai Program Unggulan

Sementara itu, Komandan Rem (Danrem) Kolonel Untoro mengungkapkan, sebanyak 150 prajurit TNI diterjunkan langsung ke lapangan selama 30 hari pelaksanaan TMMD ke-130 di Desa Jatipuro.

Ia menegaskan, TMMD bertujuan membantu pemerintah daerah dalam mengakselerasikan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.

“Melalui program TMMD ini, kami berharap berbagai pembangunan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperlancar aktivitas sehari-hari, serta mendorong perekonomian dan peningkatan kesejahteraan warga,” ungkap Kolonel Untoro.

Berbagai sasaran fisik yang digarap dalam TMMD ke-130 meliputi:

  • Pavingisasi jalan desa
  • Pembangunan dan peninggian jembatan
  • Pembangunan talud penahan jalan
  • Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
  • Program unggulan TNI Manunggal Air

Selain sasaran fisik, TMMD ke-130 juga menggelar berbagai sasaran non-fisik untuk melayani masyarakat setempat, seperti pengobatan gratis, pelayanan kesehatan, pasar murah, penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi warga kurang mampu, hingga beragam penyuluhan interaktif.(*)

Editor Lingga
Sumber Penrem 081/DSJ, diolah oleh redaksi Karonesia.com

🔄 Bagikan Artikel Ini

Dukung jurnalisme yang akurat dan terpercaya bersama Karonesia.com. Sebarkan informasi yang bermanfaat!

Pertanyaan Seputar Artikel Ini
Q1 Berapa besar penghematan anggaran dari program TMMD ke-130 di Ngawi? +
Menurut Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, pelaksanaan TMMD ke-130 mampu menghemat anggaran daerah sekitar Rp400 juta hingga Rp500 juta dibandingkan jika pengerjaan proyek infrastruktur dilakukan secara kontraktual.
Q2 Apa saja fokus pembangunan fisik TMMD ke-130 di Desa Jatipuro? +
Pembangunan fisik melibatkan 150 prajurit TNI meliputi pavingisasi jalan, pembangunan dan peninggian jembatan anti-banjir, pembuatan talud, renovasi RTLH, serta program unggulan TNI Manunggal Air.
Redaksi Karonesia
Redaksi Karonesia
Articles: 8338

Artikel Populer