Entry Meeting BPK di Kodam IV Tandai Awal Pemeriksaan Kinerja Yonif TP
Semarang, Karonesia.com – Pemeriksaan kinerja Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) dalam program ketahanan pangan resmi dimulai. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI membukanya lewat entry meeting di Markas Kodam IV/Diponegoro, Semarang, Selasa (6/10/2026).
Pertemuan itu dipimpin Inspektur Kodam (Irdam) IV/Diponegoro Brigjen TNI Denny Marantika, M.Han. Entry meeting lazimnya menjadi forum awal antara auditor dan pihak yang diperiksa untuk membahas tujuan, cakupan, dan kebutuhan data. Pertemuan ini membuka Pemeriksaan Kinerja Terinci atas efektivitas tugas dan fungsi Pembinaan Teritorial (Binter) Yonif TP dalam mendukung ketahanan pangan. Periode yang diperiksa mencakup 2025 hingga Semester I 2026.



Dari BPK, hadir Wakil Penanggung Jawab 3 Donny Ramli, Ketua Tim Muhammad Rudy V, dan Ketua Sub Tim 2 Reynold Recky Lay, bersama anggota tim. Pendamping dari Kementerian Pertahanan dan Inspektorat Jenderal TNI AD (Irjenad) ikut serta.
Dalam sambutan Panglima Kodam (Pangdam) IV/Diponegoro yang dibacakan Irdam, Yonif TP disebut memegang peran strategis dalam ketahanan pangan dan penguatan fungsi Binter di wilayah.
Peran itu, menurut Pangdam, perlu ditopang tata kelola yang transparan dan akuntabel agar manfaatnya dirasakan masyarakat.
Pemeriksaan akan menyasar pelaksanaan tugas dan fungsi satuan, kondisi dan status lahan, kesiapan sarana dan prasarana, serta aspek pendukung lain. Hasilnya diharapkan memberi gambaran objektif tentang pelaksanaan program di lapangan.
Untuk memperlancar proses tersebut, Pangdam meminta seluruh pejabat terkait bersikap terbuka dan kooperatif. Mereka diminta menyiapkan data dan dokumen yang dibutuhkan tim BPK secara akurat dan tepat waktu.
Evaluasi dan rekomendasi BPK nantinya menjadi masukan untuk menyempurnakan Binter Yonif TP.
Pemeriksaan ini juga dimaksudkan menjaga agar satuan tetap berada pada tujuan utamanya, yakni mendukung ketahanan pangan dan memberi manfaat bagi warga di wilayah.












