Merawat Akar Sejarah di Tengah Deru Pembangunan Kota Tangsel

Merawat Akar Sejarah di Tengah Deru Pembangunan Kota Tangsel

JAKARTA, Karonesia.com – Laju modernisasi dan ekspansi pembangunan fisik di Kota Tangerang Selatan berisiko mengikis rekam jejak sejarah lokal. Penyelamatan memori kolektif menjadi krusial agar generasi mendatang tidak kehilangan identitas daerahnya.

Pentingnya menjaga benteng kebudayaan itu mengemuka dalam diskusi Ngonsep Historia The Series Part 22 di Tambi Historia, Tangerang Selatan, Minggu.l (04/10/2026).

Forum tersebut mempertemukan penggiat sejarah lokal dengan unsur kewaspadaan masyarakat, sekaligus menyoroti pergeseran lanskap perkotaan yang kian masif.

Sejarah Harus Berjalan Seiring Pembangunan

Ketua Penelitian dan Pengembangan Yayasan Historia Tangsel Rahmat Daeng menegaskan bahwa penulisan dan pengarsipan sejarah lokal harus berjalan berdampingan dengan pertumbuhan kota. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang megah tidak boleh menghapus pijakan historis kawasan.

Rahmat menjelaskan, pencatatan peristiwa dan situs sejarah lokal berfungsi sebagai penanda arah perkembangan masyarakat. Tanpa pemahaman sejarah yang kuat, warga urban berpotensi mengalami krisis identitas di tengah tingginya heterogenitas.

Ketua Umum Yayasan Historia Tangsel Agam Pamungkas Lubah menambahkan, perspektif kewaspadaan sosial memberi nilai tambah dalam memahami dinamika kota. Menurutnya, rekam jejak sejarah menjadi landasan penting untuk menentukan arah pembangunan di masa depan.

Keberagaman dan Ketahanan Sosial

Tangerang Selatan tumbuh pesat sebagai wilayah penyangga ibu kota dengan karakteristik masyarakat multikultur. Kondisi itu menuntut kesadaran bersama agar laju pembangunan fisik tidak mengesampingkan ketahanan sosial.

Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Tangerang Selatan Fachruddin Zuhri menilai sudut pandang keberagaman sangat penting dalam melihat perjalanan daerah.

Masyarakat, katanya, perlu menyikapi pencapaian pembangunan secara arif untuk menjaga keharmonisan antar kelompok. Ia juga menyebut pemahaman sejarah efektif memperkuat rasa memiliki warga terhadap daerahnya.

Ruang dialog publik seperti ini rutin digelar untuk memperkuat edukasi sejarah dan kesadaran berbangsa. Upaya merawat akar sejarah diharapkan melahirkan kebijakan pembangunan kota yang lebih berwawasan budaya, dengan penghormatan terhadap nilai masa lalu sebagai fondasi utama mewujudkan Tangerang Selatan yang berkemajuan tanpa mencabut akar tradisinya.(*)

Editor : Lingga
Sumber : Historia Tangsel, diolah oleh redaksi

Bagikan Artikel Ini

Dukung jurnalisme yang akurat dan terpercaya bersama Karonesia.com

Lihat Daerah Selengkapnya→
Redaksi Karonesia
Redaksi Karonesia
Articles: 8281

Artikel Populer