Warga Cantel Tak Lagi Andalkan Tumpukan Pasir untuk Menyeberang

Warga Cantel Tak Lagi Andalkan Tumpukan Pasir untuk Menyeberang

Ngawi, Karonesia.com – Warga Desa Cantel, Kabupaten Ngawi, kini tak lagi mengandalkan tumpukan pasir untuk menyeberangi sungai setelah Jembatan Garuda hadir. Sebelumnya, cara tersebut menjadi pilihan ketika warga membutuhkan akses ke wilayah di seberang.

‎Hampir sebulan setelah jembatan berdiri, pengalaman melewati sungai dengan pijakan sederhana itu masih diingat Bu Jaini (60). Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi bagian dari keseharian warga sebelum Jembatan Garuda tersedia.

‎”Kalau tidak ada Jembatan Garuda, mungkin kami warga di sini masih menggunakan tumpukan pasir untuk menyeberangi sungai,” kenang Jaini saat berada di lokasi jembatan, Kamis (3/9/2026).

‎Persoalan tidak berhenti pada sulitnya akses. Ketika debit air meningkat atau kondisi sungai tidak memungkinkan untuk dilalui, aktivitas warga ikut terganggu. Mereka juga harus menghadapi risiko saat tetap membutuhkan akses ke seberang.

‎Kini kondisi itu berubah. Muhamad Machi (59), warga Cantel lainnya, mengatakan jembatan membuat perjalanan menyeberangi sungai menjadi lebih mudah sekaligus mengurangi kekhawatiran ketika arus sedang penuh.

‎”Kami sangat bersyukur dengan adanya jembatan ini. Sekarang lebih mudah untuk menyeberang dan tidak lagi khawatir ketika sungai sedang penuh sekali pun,” ujarnya.

‎Bagi warga, keberadaan jembatan bukan sekadar menggantikan pijakan pasir. Akses yang sebelumnya bergantung pada kondisi sungai kini dapat digunakan melalui jembatan gantung yang berada di Desa Cantel.

‎Pjs. Kasiter Korem 081/DSJ Mayor Arm Timbul Moedjihartoyo mengatakan Jembatan Garuda di Desa Cantel dibangun untuk membuka akses masyarakat di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan.

‎”Program Jembatan Garuda ini tujuannya untuk membuka akses di berbagai wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan, seperti di Desa Cantel ini,” kata Mayor Timbul saat meninjau jembatan tersebut.

‎Menurut Timbul, keberadaan jembatan juga membuat masyarakat tidak perlu mengambil risiko saat menyeberangi sungai atau memutar hingga beberapa kilometer ketika arus sedang tinggi.

‎”Dengan adanya jembatan ini, tentunya masyarakat tidak perlu lagi mengambil risiko saat harus menyeberangi sungai atau bahkan memutar hingga beberapa kilometer saat arus sungai sedang tinggi,” sebutnya.

‎Mayor Timbul menyebut puluhan Jembatan Garuda telah dibangun di berbagai wilayah jajaran Korem 081/DSJ. Terbukanya akses tersebut, menurut dia, diharapkan turut membuka peluang ekonomi dan sektor lainnya bagi masyarakat.

‎Selain meninjau Jembatan Garuda di Desa Cantel, Timbul juga meninjau jembatan serupa di Desa Mendiro, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi

Editor : Lingga
Sumber : Penrem -081/DSJ
Redaksi Karonesia
Redaksi Karonesia
Articles: 8057

Artikel Populer