Potensi Besar Kampung Wisata Satupam, Kini Diperkuat Amunisi Digital
Tangerang, KARONESIA.com – Kampung Wisata Satupam di Tangerang Selatan selama ini dikenal punya banyak destinasi edukatif, mulai dari Edu-food & Farming hingga Podcast Historia Tangsel. Namun potensi sebesar itu selama ini belum banyak “bersuara” di media sosial. Jumat (14/8/2026), celah itu mulai ditutup lewat pelatihan digital marketing yang digelar AIESEC in UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Satupam, sebagai bagian dari hari kedua program pengabdian masyarakat mereka.
Bukan sekadar teori, mahasiswa AIESEC turun langsung mengajarkan cara memotret dan merekam video berkualitas hanya bermodal kamera ponsel, menyusun strategi konten media sosial, sampai meracik caption dan hashtag yang efektif mendongkrak jangkauan dan interaksi. Targetnya jelas: menarik lebih banyak wisatawan datang ke Satupam.



Suasana pelatihan berlangsung cair tapi tetap fokus. Peserta dari Pokdarwis aktif bertanya sekaligus langsung mempraktikkan materi yang diajarkan. Yang membedakan pelatihan ini dari program pengabdian masyarakat pada umumnya, materinya disampaikan dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris, oleh mentor AIESEC yang terdiri dari mahasiswa lokal maupun internasional.
Kolaborasi lintas negara semacam ini sejalan dengan misi AIESEC secara global, yang memang dikenal aktif menerjunkan mahasiswa dari berbagai negara ke program-program pengabdian di negara mitra, termasuk Indonesia.
Ketua Pokdarwis Satupam, Micco, menilai literasi digital kini jadi kebutuhan mendesak bagi desa wisata agar tak tertinggal.
“Potensi Kampung Wisata Satupam sangat besar. Namun, potensi tersebut harus didukung kemampuan promosi digital yang baik. Kehadiran mahasiswa AIESEC memberikan wawasan baru bagaimana membuat konten yang menarik sehingga potensi wisata kami dapat dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Menurut Micco, sederet destinasi seperti Livestock & Eco-farm, Sako Education, hingga Wisata Pemancingan punya nilai edukasi sekaligus ekonomi yang bisa lebih dirasakan warga sekitar jika konsisten dipromosikan secara digital.
Dari sisi akademik, Ust. Permana mengapresiasi sinergi kampus dan masyarakat ini. “Kami berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut. Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara memberikan perspektif baru sekaligus memperluas wawasan masyarakat mengenai pentingnya inovasi dalam pengembangan desa wisata,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan Certificate of Appreciation dari AIESEC in UIN Jakarta kepada Pokdarwis Satupam, diterima perwakilan Pokdarwis, Muhayar.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan mengembangkan Kampung Wisata Satupam. Kami optimistis kemampuan promosi digital yang diperoleh hari ini akan membantu memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Muhayar.
Dengan bekal teknik konten yang baru dipelajari, Pokdarwis Satupam kini punya “amunisi digital” untuk merebut perhatian calon wisatawan di linimasa media sosial, modal yang, jika dirawat konsisten, bisa mengubah kampung wisata ini dari sekadar potensi lokal menjadi destinasi yang dikenal luas.(*)
Editor : Lingga












