AIESEC UIN Jakarta Beri Pelatihan Digital Perkuat Wisata Satu Pam

AIESEC UIN Jakarta Beri Pelatihan Digital Perkuat Wisata Satu Pam

Bekali pengelola wisata strategi branding dan fotografi digital, kegiatan ini targetkan peningkatan kunjungan sekaligus mengangkat produk pertanian, peternakan, dan perikanan warga Satu Pam.

Tangerang Selatan, KARONESIA.com – Ruang pertemuan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Satu Pam di Kecamatan Pamulang Timur, Kota Tangerang Selatan, dipenuhi antusiasme warga dan pemuda lintas negara pada Kamis (6/8/2026). Sebanyak 46 orang mengikuti pelatihan Digital Branding Promotion & Photography hasil kolaborasi AIESEC UIN Jakarta dan Pokdarwis Satu Pam, kegiatan yang ditujukan mengatasi kendala utama pengelola lokal: promosi potensi wisata dan produk warga yang belum maksimal menyentuh ruang digital.

‎Dari total peserta, 24 orang merupakan perwakilan AIESEC UIN Jakarta dan 22 lainnya adalah anggota Pokdarwis Satu Pam yang sehari-hari mengelola kawasan serta mengurus produk ekonomi warga. Tidak hanya peserta lokal, hadir pula Ketua Operasional AIESEC UIN Jakarta Fahmi bersama lima anggota internasional organisasi itu, yaitu Michal dan Julia dari Polandia, Ivy dari Tiongkok, Aru dari Kazakhstan, serta Faizan dari Pakistan.

‎Keberagaman latar belakang peserta membuat sesi diskusi berjalan lebih kaya perspektif, di mana strategi promosi berjalan beriringan dengan pertukaran wawasan budaya lintas negara.

‎Dalam paparan awal, perwakilan AIESEC memperkenalkan organisasi kepemudaan internasional yang berdiri sejak 1948 itu kepada seluruh peserta. Dijelaskan bahwa AIESEC secara konsisten berfokus pada pengembangan kapasitas kepemimpinan anak muda melalui program lintas negara, mulai dari pertukaran budaya, Global Volunteer, Global Talent, hingga keanggotaan lokal yang tersebar di berbagai belahan dunia. Pengenalan profil ini menjadi pengantar sebelum masuk ke materi inti: strategi membangun citra kawasan wisata di dunia digital dan teknik fotografi yang mampu menarik minat khalayak.

‎Narasumber menjelaskan bahwa konten yang kuat secara visual dan disusun dengan narasi tepat menjadi kunci utama agar promosi di media sosial menjangkau audiens lebih luas. Materi tidak hanya ditujukan untuk pengelolaan objek wisata Satu Pam, tetapi juga diarahkan agar dapat diterapkan mempromosikan produk unggulan warga di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

‎Melalui pendekatan praktis, peserta diajak memahami bahwa setiap potensi lokal bisa memiliki daya jual tinggi jika dikemas dengan strategi branding terencana dan dokumentasi visual menarik.

‎Fahmi, Ketua Operasional AIESEC UIN Jakarta, mengatakan pihaknya memilih berkolaborasi dengan Pokdarwis Satu Pam karena melihat potensi besar kawasan itu yang belum terekspos maksimal di ruang digital.

‎“Kehadiran anggota internasional kami juga membawa perspektif berbeda tentang bagaimana sebuah destinasi dipromosikan agar dikenal di kancah lebih luas. Kami berharap perpaduan pengetahuan digital dan wawasan lintas budaya ini menjadi bekal berharga bagi pengelola lokal untuk membawa nama Satu Pam tidak hanya dikenal di Tangerang Selatan, tetapi juga menjangkau calon pengunjung dari luar daerah,” ujarnya.

‎Kendala promosi yang selama ini dihadapi diakui langsung oleh Ketua Pokdarwis Satu Pam Rahmat Hidayat. Menurutnya, kawasan memiliki lahan asri serta produk pertanian dan perikanan berkualitas, namun kemampuan mengemas potensi itu menjadi konten menarik di media sosial masih sangat terbatas.

‎“Banyak pengunjung datang dan kagum, namun sayangnya informasi tentang tempat kami belum menyebar luas. Ilmu yang didapat hari ini kami harap bisa langsung diterapkan anggota. Jika promosi makin kuat, otomatis jumlah pengunjung bertambah dan kesejahteraan warga sekitar juga ikut meningkat,” katanya.

‎Pengakuan serupa disampaikan anggota Pokdarwis Satu Pam Micco. Ia mengaku selama ini hanya asal mengambil foto lalu langsung mengunggahnya di media sosial, tanpa memikirkan sudut pengambilan gambar atau susunan kata yang bisa menarik orang berkunjung.

‎“Ternyata ada strategi dan ilmunya, dan itu baru saya pahami hari ini. Suasana pelatihannya juga sangat akrab, jadi saya tidak ragu bertanya langsung kepada narasumber, termasuk teman-teman AIESEC dari luar negeri. Pengalaman belajar bareng pemuda dari berbagai negara seperti ini jarang sekali saya dapatkan,” tuturnya.

‎Kegiatan yang berlangsung satu hari penuh itu ditutup dengan sesi diskusi kelompok, di mana peserta mulai menyusun ide-ide awal tentang langkah promosi yang akan diterapkan untuk kawasan Satu Pam. Antusiasme peserta dan kesepakatan untuk terus menjalin komunikasi menjadi penanda bahwa acara ini tidak hanya berhenti sebagai kegiatan satu kali.

‎Bagi pengelola Satu Pam, pelatihan ini menjadi awal upaya mandiri memperkenalkan kekayaan daerah ke panggung lebih luas. Kolaborasi antara organisasi kepemudaan internasional, unsur akademisi, dan warga lokal ini membuktikan bahwa peningkatan kapasitas di bidang digital bisa menjadi jembatan efektif mengangkat potensi daerah yang selama ini belum terekspos maksimal.

‎Jika dikelola secara berkelanjutan, ilmu yang didapat peserta bukan hanya akan memperkuat promosi wisata, tetapi juga berpotensi menggerakkan roda ekonomi masyarakat di sekitar Satu Pam secara lebih luas.(*)

Penulis : Lingga
Editor : Redaksi

Bagikan Artikel Ini

Dukung jurnalisme yang akurat dan terpercaya bersama Karonesia.com

Redaksi Karonesia
Redaksi Karonesia
Articles: 7871

Artikel Populer