⚡ BREAKING
   

Siaga Penuh: SAL Tembus Rp420 Triliun, Negara Siap Hadapi Gejolak Ekonomi Global

Siaga Penuh: SAL Tembus Rp420 Triliun, Negara Siap Hadapi Gejolak Ekonomi Global

JAKARTA | KARONESIA.COM – Pemerintah memastikan kondisi fiskal negara berada dalam posisi yang sangat kuat dan siap menghadapi segala kemungkinan risiko ekonomi global. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya “bantalan” keamanan yang sangat tebal berupa Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai angka fantastis Rp420 triliun.

Dana cadangan yang masif ini menjadi jaminan bahwa Indonesia memiliki pertahanan berlapis untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian geopolitik dan gejolak pasar dunia.

Kinerja APBN Triwulan I Solid

Dalam paparannya pada Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (6/4), Menkeu menegaskan bahwa kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Maret 2026 tercatat sangat solid.

Pendapatan negara berhasil mencapai Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5% secara tahunan (yoy). Pertumbuhan ini utamanya didorong oleh sektor pajak yang melonjak 20,7%, yang menandakan semakin kuatnya basis ekonomi dan kepatuhan wajib pajak pasca implementasi sistem Coretax.

Jaminan Harga BBM Tetap Stabil

Kekuatan fiskal ini juga menjadi dasar bagi pemerintah untuk memberikan kepastian bagi masyarakat. Pemerintah secara tegas menyatakan siap menjaga harga BBM bersubsidi agar tidak naik hingga akhir tahun 2026.

Yang mengejutkan, langkah ini dinilai tetap aman secara fiskal bahkan dalam skenario terburuk, yakni jika harga minyak mentah dunia melonjak hingga rata-rata US$ 100 per barel.

“Kami sudah hitung dengan teliti pertahanan berlapis-lapis. SAL sebesar Rp420 triliun siap digunakan untuk mengantisipasi gejolak ekonomi ekstrem. Kami pastikan ekonomi aman dan rakyat terlindungi,” tegas Menkeu.

Inflasi Terkendali, Ekonomi Tumbuh Optimal

Selain kekuatan anggaran, indikator ekonomi makro juga menunjukkan tren positif. Inflasi pada Maret 2026 tercatat terkendali di angka 3,48%, namun jika dikeluarkan faktor anomali harga listrik tahun lalu, inflasi riil sebenarnya hanya berada di level 2,51%.

Sektor manufaktur pun terus menunjukkan tren ekspansif selama delapan bulan berturut-turut, mendukung optimisme pemerintah bahwa pertumbuhan ekonomi (PDB) pada triwulan pertama ini bisa mencapai 5,5% atau lebih.

Dengan kombinasi penerimaan yang kuat, cadangan dana yang melimpah, dan inflasi yang stabil, Indonesia diyakini mampu menjadi “pulau stabilitas” di tengah turbulensi ekonomi global.(red)

Karonesia
  • Penulis: Redaksi KARONESIA.COM
  • Editor: Lingga
  • Sumber: Kemenkeu RI
Bagikan Artikel Ini
Informasi terpercaya dari karonesia.com
Redaksi Karonesia
Redaksi Karonesia
Articles: 7109

Artikel Populer