⚡ BREAKING
   

Jamintel Kejagung Kawal Program MBG di Tuban dan Bojonegoro

Jamintel Kejagung Kawal Program MBG di Tuban dan Bojonegoro

Jakarta | KARONESIA.COM  – Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung, Reda Manthovani, turun langsung ke Kabupaten Tuban dan Bojonegoro, Rabu (1/4/2026), untuk memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di dua wilayah itu, tim menemukan sejumlah persoalan distribusi tapi Kejaksaan memilih jalur pembinaan, bukan hukum.

Program MBG yang menyasar peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita itu kini berada di bawah pengawasan ketat aparat penegak hukum. Kejaksaan menjalin kerja sama formal dengan Badan Gizi Nasional (BGN) sejak beberapa waktu lalu, mencakup pertukaran data dan pencegahan penyimpangan melalui pendekatan intelijen terintegrasi. Dasar hukumnya mengacu pada Perpres Nomor 115 Tahun 2025 yang mewajibkan sinergi lintas sektor dalam program ini.

Di Tuban dan Bojonegoro, pemantauan lapangan mengungkap adanya dinamika terkait distribusi dan kesiapan satuan pelayanan. Reda Manthovani enggan merinci temuan tersebut secara spesifik.

Yang ditegaskannya justru soal pendekatan,“Setiap potensi permasalahan diupayakan selesai melalui mekanisme administratif, pembinaan, dan edukasi sebelum menempuh langkah penegakan hukum.”

Artinya, selama masalah bisa diselesaikan di tingkat administrasi, jalur pidana belum akan disentuh.

Salah satu instrumen kunci dalam pengawasan ini adalah aplikasi “Jaga Dapur MBG”, platform digital yang dikembangkan untuk memantau kualitas bahan pangan, validitas penerima manfaat, hingga kesiapan dapur satuan pelayanan secara real-time.

Aplikasi ini terintegrasi dengan Bidang Intelijen Kejaksaan dan dirancang sebagai sistem peringatan dini apabila ada indikasi penyimpangan anggaran atau gangguan distribusi di lapangan.

Jejaring pengawasan juga diperluas hingga tingkat desa melalui kemitraan dengan ABPEDNAS. Menurut Reda, organisasi ini menjadi mitra strategis untuk deteksi dini dan pengumpulan data aktual.

“ABPEDNAS menjadi mitra strategis kami di lapangan untuk melakukan deteksi dini, pengumpulan data aktual, hingga pemantauan partisipatif guna memastikan program berjalan akuntabel di tingkat desa,” ujarnya.

Wakil Kepala BGN, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, menyambut baik keterlibatan Kejaksaan. Ia menyebut dukungan intelijen dan teknologi digital melalui aplikasi “Jaga Dapur MBG” memberikan rasa aman bagi operasional BGN di lapangan.

“Komitmen Bapak dalam mendukung program ini melalui nota kesepahaman strategis adalah pilar penting bagi kami,” kata Sony dalam kesempatan yang sama.

Program MBG sendiri termasuk dalam kategori program pembangunan strategis nasional yang secara kelembagaan memang menjadi salah satu prioritas pengamanan oleh intelijen Kejaksaan. Sejauh ini belum ada proses hukum yang berjalan terkait pelaksanaan program di dua kabupaten tersebut.(*)

Karonesia
  • Penulis: Redaksi KARONESIA.COM
  • Editor: Lingga
Bagikan Artikel Ini
Informasi terpercaya dari karonesia.com
Redaksi Karonesia
Redaksi Karonesia
Articles: 7078

Artikel Populer