⚡ BREAKING

Varietas Padi Baru Capai 8,9 Ton Per Hektare di Ngawi, Danrem: Sangat Memuaskan

Varietas Padi Baru Capai 8,9 Ton Per Hektare di Ngawi, Danrem: Sangat Memuaskan

NGAWI, KARONESIA.COM – Uji coba penanaman varietas padi baru di Desa Bintoyo, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, menunjukkan hasil yang menjanjikan. Pada panen perdana, varietas tersebut mampu menghasilkan produktivitas hingga 8,9 ton per hektare.

Capaian itu melampaui varietas lain yang ditanam di lahan bersebelahan, yang hanya menghasilkan 8,3 ton per hektare. Selisih sekitar 0,6 ton per hektare dinilai signifikan dan berpotensi menjadi pertimbangan penting bagi para petani dalam memilih varietas unggul.

‎Komandan Korem (Danrem) 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto meninjau langsung lokasi panen di Desa Bintoyo, Jumat (19/6/2026). Ia menyebut hasil tersebut melampaui ekspektasi awal.

‎”Tadi kita coba bandingkan dengan lainnya. Untuk varietas baru ini hasilnya mencapai sekitar 8,9 ton per hektare, sedangkan varietas lain yang ditanam persis di lahan sebelahnya hanya 8,3 ton per hektare,” ujar Kolonel Untoro di lokasi.

‎”Hasil ini tentunya sangat baik dan cukup memuaskan,” tegasnya.

‎Kolonel Untoro menegaskan, peningkatan produktivitas pertanian merupakan faktor krusial dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Karena itu, inovasi yang terbukti meningkatkan hasil produksi perlu terus dikembangkan dan diperkenalkan secara luas kepada petani.

‎Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam keberhasilan uji coba ini. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani disebut menjadi kunci utama keberhasilan di lapangan.

‎”Kolaborasi yang baik dari seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan dalam mendorong peningkatan produksi pertanian. Ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan,” katanya.

‎Lebih lanjut, Kolonel Untoro menyatakan hasil uji coba ini akan terus dievaluasi secara mendalam. Apabila varietas tersebut secara konsisten menunjukkan keunggulan pada siklus tanam berikutnya, pihaknya membuka peluang untuk merekomendasikan varietas itu ke Kementerian Pertanian guna dikembangkan lebih luas.

‎Pengakuan serupa datang dari Supriyanto, petani asal Desa Bintoyo yang langsung terlibat dalam proses uji coba. Menurutnya, varietas baru ini bukan hanya unggul dari sisi produktivitas, tetapi juga memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap serangan hama.

‎”Padi varietas baru ini lebih tahan terhadap hama dan tidak mudah kerdil. Batang serta daunnya juga terlihat lebih segar meskipun sudah menguning dan siap panen,” ungkap Supriyanto.

‎Keunggulan tersebut menjadi nilai tambah tersendiri yang membuat varietas ini semakin layak dipertimbangkan sebagai pilihan utama petani. Ketahanan terhadap hama dapat menekan biaya produksi sekaligus mengurangi risiko gagal panen.

Dengan adanya inovasi ini, para petani di Ngawi dan sekitarnya diharapkan memiliki lebih banyak pilihan varietas unggul. Pada akhirnya, upaya tersebut diharapkan turut memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.(*)

Karonesia
  • Penulis: Arwang
  • Editor: Lingga
  • Sumber: Penrem 081 DSJ
Bagikan Artikel Ini
Informasi terpercaya dari karonesia.com
Redaksi Karonesia
Redaksi Karonesia
Articles: 7515

Artikel Populer