Genjot Investasi Hijau, APINDO dan Bappenas Bidik Sektor Rumput Laut
Jakarta, KARONESIA.com – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Kementerian PPN/Bappenas resmi meluncurkan Indonesia Country Platform dari Global Investors for Sustainable Development (GISD) Alliance, Kamis (8/10/2026).
Platform strategis ini berfungsi sebagai jembatan yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, investor, serta lembaga keuangan. Tujuannya adalah menyelaraskan prioritas pembangunan nasional dengan peluang investasi dan modal riil.



Langkah besar ini merupakan tindak lanjut nyata dari hasil konferensi dunia Fourth International Conference on Financing for Development (FFD4) yang digelar di Sevilla, Spanyol.
Menutup Celah Pendanaan SDGs
Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan dan Investasi Kementerian PPN/Bappenas, Putut Hari Satyaka, menegaskan pentingnya memperluas peran swasta. Menurutnya, agenda pembangunan berkelanjutan tidak bisa hanya bersandar pada anggaran negara.
“Menutup kesenjangan pembiayaan SDGs membutuhkan mobilisasi sumber daya yang jauh lebih besar dari sektor swasta,” ujar Putut.
Putut menambahkan bahwa GISD Country Platform akan menjadi ruang kolaborasi yang konkret. Pemerintah ingin memastikan kerja sama ini menghasilkan strategi pembiayaan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Rumput Laut Jadi Proyek Andalan
Sektor swasta tidak sekadar menyumbang modal. Dunia usaha juga membawa inovasi, keahlian teknis, dan jaringan pasar yang luas.
Ketua Umum APINDO, Shinta Kamdani, menjelaskan bahwa platform ini akan menyaring kapasitas swasta ke dalam proyek yang lebih terstruktur (project pipeline). Untuk tahap awal di Indonesia, fokus utama investasi hijau ini diarahkan pada sektor ekonomi biru.
“Kami memfokuskan upaya ini pada sektor rumput laut melalui inisiatif Indonesia Seaweed Incorporated,” kata Shinta.
Komitmen ini sejalan dengan target pemerintah yang ingin mendongkrak produktivitas wilayah pesisir. Lewat platform baru ini, investasi diharapkan bisa langsung mengalir ke kelompok pembudidaya lokal dan industri hilirisasi nasional.(*)












