Di Depan 1.490 Mahasiswa, Kasdim 0510/Trs Ingatkan Pentingnya Empat Pilar Hadapi Tantangan Bangsa
Tigaraksa, Karonesia.com – Di tengah semarak penyambutan mahasiswa baru, Komando Distrik Militer (Kodim) 0510/Tigaraksa (Trs) melakukan langkah strategis menyemai benih patriotisme dan rasa cinta tanah air. Langkah ini diwujudkan melalui pemberian materi Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan kepada ribuan mahasiswa Universitas Tangerang Raya (UNTARA), Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini menjadi pilar penting dalam membentuk karakter generasi penerus yang tidak hanya berintelektual, tetapi juga berjiwa ksatria.
Pemberian materi tersebut berlangsung dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Komplek Sudirman Indah, Blok E, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Hadir langsung memberikan paparan adalah Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0510/Trs, Mayor Inf Windra Sanur.



Di hadapan estimasi 1.490 peserta yang memadati aula kampus, Mayor Windra Sanur membedah tuntas substansi wawasan kebangsaan. Ia menegaskan, wawasan kebangsaan bukanlah sekadar konsep teoritis, melainkan fundamental bagi cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya.
Semangat ini harus mengutamakan persatuan dan kesatuan di atas segalanya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Tujuan utama wawasan kebangsaan adalah agar setiap kita dapat menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Ini penting untuk memperkuat rasa persaudaraan dan solidaritas di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang kita miliki,” ujar Kasdim 0510/Trs dengan tegas dan bersemangat.
Lebih lanjut, Mayor Windra menekankan bahwa wawasan kebangsaan ini dilandasi kuat oleh empat konsensus dasar, yakni Pancasila sebagai ideologi dan falsafah hidup, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusional, semboyan pemersatu Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara.
“Semua elemen ini harus tertanam dalam jiwa setiap mahasiswa sebagai garda terdepan pembela negara,” imbuhnya.
Dalam forum interaktif yang dinamis, seorang mahasiswa Fakultas Hukum bernama Sarah melontarkan pertanyaan tajam mengenai komitmen anti-korupsi. Ia meminta Kasdim memberikan bekal agar mereka, sebagai calon pejabat negara masa depan, tidak terjerumus dalam praktik korupsi.
Mayor Windra menjawab pertanyaan tersebut dengan bijak dan bernuansa spiritual. Ia menegaskan, kunci menolak korupsi ada pada disiplin diri dan kesadaran akan pengawasan Ilahi.
“Kita harus ingat bahwa di setiap langkah kita, ada malaikat yang mencatat setiap amal baik dan buruk. Setiap perbuatan kita diawasi oleh Tuhan, dan Tuhan melihat semuanya meskipun kita bisa menyembunyikannya dari orang lain,” jawab Kasdim.
Dengan adanya pembekalan materi Bela Negara ini, diharapkan para mahasiswa UNTARA dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki rasa tanggung jawab besar terhadap bangsa.
Kegiatan PKKMB ini ditutup dengan tertib dan aman, menyisakan semangat patriotisme yang menyala di hati setiap mahasiswa baru.(*)
Sumber : Pendim -0510/Trs












