Jembatan Garuda Buka Akses Warga di Perbukitan Pacitan
Pacitan, Karonesia.com – Sejumlah Jembatan Garuda berdiri di tengah kawasan perbukitan Pacitan, Jawa Timur, membuka jalur penghubung bagi masyarakat yang selama ini menghadapi medan sulit dan harus menempuh perjalanan memutar.
Jembatan tersebut merupakan bagian dari program Jembatan Garuda yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan dilaksanakan TNI AD untuk mengatasi keterbatasan aksesibilitas masyarakat. Kehadirannya menjadi penting di wilayah Pacitan yang memiliki kontur perbukitan, tebing curam, jurang, serta medan yang tidak mudah dilalui.
Pjs. Kasiter Korem 081/DSJ Mayor Arm Timbul Moedjihartoyo mengatakan pembangunan jembatan menghadapi tantangan geografis yang tidak ringan. Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan upaya menghadirkan akses yang dibutuhkan masyarakat.
”Meski tantangan yang kami hadapi tidaklah mudah, kami terus berupaya keras untuk mewujudkan harapan Bapak Presiden, agar tidak ada lagi masyarakat yang mengalami keterbatasan aksesibilitas,” kata Timbul saat meninjau sejumlah Jembatan Garuda di Pacitan, Kamis (10/9/2026).
Bagi warga, fungsi jembatan tidak sebatas menghubungkan satu titik dengan titik lainnya. Jalur tersebut memangkas jarak dan mempermudah mobilitas masyarakat yang sebelumnya harus mengandalkan rute memutar atau medan yang lebih sulit.
”Jembatan Garuda ini menjadi jalur penghubung yang memangkas jarak, sekaligus mempermudah aktivitas warga dan tentunya juga lebih aman,” ujarnya.
Akses yang lebih mudah berkaitan langsung dengan berbagai kebutuhan sehari-hari. Masyarakat dapat memanfaatkannya untuk menuju sekolah, tempat kerja, membawa hasil pertanian, maupun menjalankan aktivitas lainnya antarwilayah.
Kondisi geografis Pacitan membuat akses menjadi salah satu persoalan penting bagi masyarakat di kawasan perbukitan. Karena itu, keberadaan jembatan memberikan perubahan pada konektivitas wilayah yang manfaatnya dirasakan dalam mobilitas sehari-hari.
Timbul berharap akses yang semakin terbuka dapat berkembang menjadi penggerak aktivitas masyarakat di sekitar jembatan. Sektor pertanian dan perekonomian disebut sebagai bidang yang berpotensi ikut terdorong seiring kemudahan hubungan antarwilayah.
”Harapannya, dengan terbukanya akses yang semakin mudah mampu menggerakkan berbagai sektor di masyarakat, baik itu perekonomian, pertanian, dan lainnya. Dengan begitu diharapkan masyarakat dapat semakin sejahtera dan desa-desa sekitarnya juga semakin maju,” pungkasnya.(*)
Sumber : Penrem -081/DSJ
Bagikan Artikel Ini
Dukung jurnalisme yang akurat dan terpercaya bersama Karonesia.com















