Sistem Mistral Atlas Yonarhanud 10/ABC Hancurkan Drone Sasaran Milik AS di Baturaja
Baturaja, Karonesia.com – Sistem pertahanan udara Mistral Atlas milik Batalyon Arhanud 10/ABC menembak jatuh drone sasaran MQM-170 Outlaw milik Angkatan Darat Amerika Serikat dalam skenario uji tembak Latihan Bersama Super Garuda Shield 2026 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Baturaja, Sumatera Selatan.
Drone berkecepatan tinggi itu melintas di atas area latihan sebelum dikunci oleh sistem Advance Twin Launcher Anti-Airstrike yang dioperasikan prajurit Yonarhanud 10/ABC.
Dalam hitungan detik, rudal meluncur dan menghantam sasaran hingga hancur di udara, disaksikan kontingen multinasional yang tergabung dalam latihan tersebut.




Keberhasilan ini menjadi salah satu indikator kesiapan alat utama sistem senjata pertahanan udara jarak pendek milik TNI Angkatan Darat.
Skenario penembakan target berkecepatan tinggi lazim dipakai dalam latihan gabungan untuk mengukur kecepatan reaksi dan akurasi unit arhanud menghadapi ancaman udara dalam kondisi mendekati situasi tempur nyata.
Komandan Batalyon Arhanud 10/ABC menyebut hasil tersebut sebagai buah dari latihan yang konsisten.
“Kemenangan dan ketepatan menghancurkan Outlaw Target Drone milik US Army hari ini adalah buah dari latihan keras, ketekunan, serta mental baja yang tak pernah surut. Prajurit Gagak Hitam bukan sekadar penjaga langit, melainkan perisai kedaulatan bangsa yang senantiasa siap berdiri di garda terdepan menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Super Garuda Shield merupakan latihan militer gabungan multinasional yang digelar rutin dengan melibatkan sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat. Selain menjadi ajang pembinaan kesiapan personel, latihan ini juga dipakai untuk menguji interoperabilitas serta membandingkan kemampuan alutsista antarnegara peserta.
Bagi TNI AD, hasil uji tembak di Baturaja menegaskan posisi kemampuan teknologi pertahanan udara nasional di tengah latihan bersama kekuatan militer asing.
Kinerja sistem Mistral Atlas juga relevan dengan arah kebijakan modernisasi alutsista yang terus didorong sebagai bagian dari kesiapan menghadapi ancaman di kawasan.(*)
Sumber : Pen Yonarhanud -10/ABC












