Kodam Diponegoro Waspadai Ancaman Hoaks Nasional
SEMARANG, KARONESIA.COM – Kodam IV/Diponegoro memperketat kewaspadaan seluruh prajuritnya terhadap potensi ancaman nonmiliter, termasuk penyebaran hoaks dan disinformasi digital yang dapat memecah belah persatuan bangsa.
Langkah antisipasi ini menjadi prioritas demi menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah situasi ketidakpastian global yang bergerak dinamis.



Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI M. Andhy Kusuma saat memimpin upacara bendera bulanan di Lapangan Makodam, Semarang, Rabu (17/6/2026).
Dalam upacara yang diikuti seluruh prajurit dan PNS Makodam tersebut, Andhy membacakan amanat tertulis dari Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin.
Melalui amanatnya, Achiruddin menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh personel atas dedikasi dan loyalitas yang terjaga. Fondasi profesionalisme, integritas, dan moralitas harus tetap menjadi landasan utama bertugas.
Namun, Pangdam memberikan catatan serius mengenai dinamika tantangan kontemporer saat ini. Ancaman nonmiliter berupa narasi provokatif di ruang siber dinilai kian masif.
Seluruh personel Kodam IV/Diponegoro dituntut memiliki kesadaran dan kepedulian sosial yang tinggi. Kepekaan ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Selain isu eksternal, pucuk pimpinan Kodam IV/Diponegoro juga memberikan instruksi tegas terkait tata kelola internal satuan jajaran.
Setiap komandan satuan diminta mengoptimalkan pelaksanaan program kerja anggaran Semester I Tahun Anggaran 2026. Penyerapan anggaran harus dilakukan secara akuntabel dan bebas penyelewengan.
Pangdam turut menyoroti pelanggaran hukum dan disiplin anggota yang masih ditemukan di lapangan. Evaluasi juga diarahkan pada tingginya angka kematian personel akibat kecelakaan dan sakit kronis.
Menyikapi hal itu, para komandan satuan diinstruksikan meningkatkan pengawasan serta kepedulian terhadap anggotanya. Akses pelayanan kesehatan yang cepat wajib dipastikan demi kesiapan personel.
Pembinaan satuan secara terukur harus dijalankan untuk mendongkrak kemampuan tempur prajurit. Aspek logistik juga wajib dikelola dengan prinsip efisiensi demi merawat fasilitas negara.
Pada akhir amanatnya, Pangdam memuji kontribusi jajaran dalam menyukseskan program sosial pemerintah. Mulai dari penyediaan dapur sehat, serapan gabah, hingga pembangunan infrastruktur daerah.
Prajurit kembali diingatkan untuk bijak dalam bermedia sosial dan menjauhi judi online maupun pelanggaran hukum. Kehormatan diri, keluarga, dan institusi TNI Angkatan Darat wajib dijaga mutlak.(*)













