Skor Tipis Lelang Jabatan Tangsel, Harapan Warga Menguat di Tengah Rotasi Lama
Tangerang Selatan | KARONESIA.COM – Selisih nilai hanya hitungan desimal. Tapi dari angka-angka itu, warga Tangerang Selatan menggantungkan harapan besar pada wajah lama yang kembali diputar.
Lima pejabat dipastikan mengisi posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan usai seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama eselon II.b. Mereka unggul sebagai peraih nilai tertinggi. Namun kemenangan itu datang dari persaingan yang sangat rapat.
Di Badan Keuangan dan Aset Daerah, Hadi Widodo mencatat nilai 80,47. Ia hanya terpaut 0,31 poin dari pesaing terdekatnya, bahkan peringkat ketiga berada sangat dekat. Di Satpol PP, Dahlan unggul dengan selisih 0,09 poin.



Sementara di Dinas Perindustrian dan Perdagangan, jarak antar kandidat hanya 0,07 poin. Pola serupa juga terjadi di posisi lain, termasuk Dispora dan staf ahli.
Angka-angka itu memperlihatkan satu hal. Tidak ada dominasi mutlak. Setiap jabatan diperebutkan dalam margin yang sangat tipis, membuat hasil seleksi sepenuhnya ditentukan oleh detail penilaian.
Pemkot sebelumnya menegaskan hanya kandidat dengan nilai tertinggi yang akan dipilih tanpa intervensi. Mekanisme ini diklaim sebagai bentuk komitmen pada sistem merit dalam birokrasi.
Namun di sisi lain, mayoritas pejabat yang lolos tetap berasal dari lingkaran internal, camat, sekretaris dinas, hingga pejabat teknis yang sudah lama berada dalam sistem.
Di titik ini, perhatian publik bergeser. Bukan lagi pada siapa yang terpilih, tetapi apa yang akan berubah.
Di sektor keuangan daerah, warga menunggu pengelolaan anggaran yang lebih transparan dan akuntabel. Di lapangan, kinerja Satpol PP masih menjadi sorotan dalam penegakan ketertiban. Sementara di bidang pemuda dan olahraga, fasilitas dan pembinaan dinilai belum merata.
Harapan itu menguat justru karena rotasi ini tidak sepenuhnya menghadirkan wajah baru. Yang bergeser adalah posisi, bukan orangnya.
Penetapan resmi tinggal menunggu tahapan lanjutan. Namun bagi warga, ukurannya sederhana. Bukan siapa yang unggul dalam angka melainkan siapa yang benar-benar bekerja setelah dilantik.(*)













