⚡ BREAKING
   

Iran Bidik Perusahaan Teknologi, Apple hingga Google Masuk Daftar

Iran Bidik Perusahaan Teknologi, Apple hingga Google Masuk Daftar

Jakarta | KARONESIA.COM  – Iran mulai menggeser arah konfliknya. Bukan lagi semata militer, kini perusahaan teknologi ikut masuk radar.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebut sedikitnya 18 perusahaan sebagai target potensial, termasuk Apple, Google, Microsoft, hingga Meta. Yang dibidik bukan markas perang, melainkan kantor dan fasilitas operasional mereka di kawasan Timur Tengah.

‎Media Iran, Press TV, melaporkan IRGC menuding perusahaan-perusahaan tersebut terlibat dalam operasi intelijen berbasis kecerdasan buatan. Teknologi itu disebut digunakan untuk melacak dan menentukan target serangan di Iran. Klaim ini belum diverifikasi independen, namun langsung memicu kekhawatiran luas di industri global.

‎Ancaman ini bukan sekadar retorika. IRGC juga memperingatkan bahwa fasilitas dan kantor perusahaan di kawasan bisa menjadi sasaran. Karyawan bahkan diminta menjauh dari lokasi kerja, sebuah sinyal bahwa risiko kini bersifat nyata, bukan sekadar geopolitik di atas kertas.

Bukan kali pertama teknologi terseret konflik. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan drone, analisis data, hingga AI sudah mengubah cara perang dijalankan. Namun kali ini skalanya berbeda. Perusahaan sipil yang selama ini berada di luar garis tempur, mulai masuk dalam peta target.

Dari Washington, belum ada respons resmi. Sementara itu, laporan media Barat seperti Business Insider menyebut sejumlah perusahaan multinasional mulai menghitung ulang risiko operasional mereka di kawasan Timur Tengah.

Efeknya berpotensi meluas. Infrastruktur digital, pusat data, hingga rantai pasok semikonduktor bisa terganggu jika eskalasi berlanjut.

Bagi Indonesia, yang bergantung pada layanan teknologi global, dampaknya mungkin tidak langsung terasa tetapi tetap berada dalam bayang-bayang.

‎Perang kini memasuki fase baru. Bukan hanya soal wilayah atau senjata, tapi juga soal data, algoritma, dan siapa yang mengendalikannya. Perusahaan teknologi tidak lagi berdiri di luar konflik, mereka kini menjadi bagian darinya.(*)

Karonesia
  • Penulis: Redaksi KARONESIA.COM
  • Editor: Lingga
Bagikan Artikel Ini
Informasi terpercaya dari karonesia.com
Redaksi Karonesia
Redaksi Karonesia
Articles: 7077

Artikel Populer