Sarung, Kerupuk, dan Kelereng Rajut Solidaritas Korem 081/DSJ

Sarung, Kerupuk, dan Kelereng Rajut Solidaritas Korem 081/DSJ

Madiun, KARONESIA.com – Sarung yang dililit cepat-cepat, sedotan yang menahan gelas plastik agar tak jatuh, dan suara kerupuk yang digigit tanpa tangan, begitulah wajah perayaan Hari Kemerdekaan di Makorem 081/DSJ, Jl. Pahlawan No. 50, Kota Madiun, Sabtu (15/8/2026). Bukan sekadar lomba 17 Agustus biasa, momen ini sengaja dirancang untuk menyatukan prajurit, anggota Persit, hingga anak-anak dalam satu arena kebersamaan.

Delapan jenis perlombaan digelar hari itu: estafet sarung, estafet gelas plastik pakai sedotan, estafet bola plastik pakai paralon, bola plastik pakai paralon dan tali, balap karung, makan kerupuk, cantol ceting, dan balap kelereng.

Caption: Anggota Persit Korem 081/DSJ kompak beradu cepat dalam lomba estafet sarung merayakan HUT RI ke-81.(Penrem 071 DSJ)

Semuanya tergolong permainan rakyat sederhana yang sudah jadi tradisi tahunan di banyak instansi maupun kampung saat menyambut kemerdekaan, namun justru kesederhanaan itu yang membuat suasana cair dan mudah diikuti semua kalangan usia.

Tawa dan sorak-sorai dukungan mewarnai setiap sesi lomba, jauh dari kesan formal seremoni kedinasan. Anak-anak prajurit tampak antusias berlari di sela orang tua mereka bertanding, sementara ibu-ibu Persit tak kalah heboh menyemangati dari pinggir arena.

Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Untoro Hariyanto menyampaikan bahwa kegiatan ini punya makna lebih dari sekadar hiburan. Menurutnya, lomba semacam ini menjadi sarana untuk merawat semangat perjuangan sekaligus mempererat ikatan kebersamaan di lingkungan Korem.

Caption: Riuh tawa mewarnai lomba makan kerupuk anak-anak dalam perayaan HUT RI ke-81 di Korem 081/DSJ.(Penrem 081 DSJ)

“Melalui momen ini, kami ingin membangkitkan kembali semangat juang dan semangat kebersamaan dalam diri setiap prajurit dan keluarga besar Korem 081/DSJ,” katanya di sela kegiatan.

Ia menilai, kebersamaan yang terbangun dalam setiap perlombaan mencerminkan soliditas internal dan soliditas itu, menurutnya, menjadi modal utama menghadapi tantangan ke depan sekaligus melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Tradisi lomba 17 Agustus seperti ini bukan hal baru di lingkungan Korem 081/DSJ maupun instansi TNI pada umumnya. Setiap tahun, permainan rakyat semacam balap karung dan makan kerupuk kerap dipakai sebagai medium informal untuk mencairkan hierarki antara atasan, bawahan, dan keluarga besar satuan, sesuatu yang sulit dicapai lewat kegiatan seremonial baku.

Danrem berharap semangat kebersamaan yang tumbuh dari arena lomba tidak berhenti begitu peluit terakhir dibunyikan. Sebaliknya, ia ingin nilai itu terus terbawa ke tugas sehari-hari para prajurit maupun kehidupan bermasyarakat.

“Semangat kemerdekaan harus kita maknai dengan terus berbuat yang terbaik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Ini tugas kita semua,” pungkasnya.

Dari sarung yang dililit hingga kerupuk yang digigit, pesan yang ingin disampaikan sebenarnya sama: kemerdekaan dirayakan bukan hanya lewat upacara, tapi lewat kebersamaan kecil yang terus dirajut setiap hari.(*)

Penulis : Arwang
Editor : Lingga
Sumber : Penrem 081 DSJ

Bagikan Artikel Ini

Dukung jurnalisme yang akurat dan terpercaya bersama Karonesia.com

Views 2
Redaksi Karonesia
Redaksi Karonesia
Articles: 7941

Artikel Populer