Wasev Mabesad Apresiasi TMMD 128 Bekasi, Capaian Fisik Dinilai Tepat Sasaran
Kota Bekasi | KARONESIA.COM – Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) dari Markas Besar Angkatan Darat/Pusterad menyatakan pelaksanaan TMMD ke-128 di wilayah Kodim 0507/Kota Bekasi berjalan baik dan tepat sasaran. Penilaian resmi itu disampaikan langsung oleh Ketua Tim Wasev, Brigjen TNI Farouk Pakar, S.Pd., M.Han., usai melakukan peninjauan lapangan secara menyeluruh terhadap seluruh sasaran fisik maupun non-fisik program tersebut. Rabu (13/5/2026).
Brigjen Farouk hadir didampingi Dandim 0507/Kota Bekasi, Kolonel Arm Krisrantau Hermawan, S.H., M.I.Pol. Kehadiran perwira tinggi dari Mabesad itu bukan kunjungan seremonial biasa. Tim Wasev bertugas menilai apakah setiap rupiah anggaran dan setiap tenaga prajurit benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hasilnya, Bekasi lulus penilaian itu.
”Pelaksanaan kegiatan TMMD ini saya lihat berjalan cukup baik. Dengan sisa waktu kurang lebih dua minggu, mudah-mudahan target bisa selesai seratus persen,” ujar Brigjen Farouk dengan nada optimistis.
Capaian fisik TMMD ke-128 di Kota Bekasi hingga peninjauan berlangsung telah menyentuh angka 70 hingga 75 persen secara keseluruhan. Sejumlah unit Rumah Tidak Layak Huni bahkan telah rampung seratus persen dan langsung dapat dinikmati warga penerima manfaat. Pengecoran jalan, pembangunan drainase, MCK, hingga pompa air masih berproses dan diproyeksikan tuntas sebelum batas waktu penutupan resmi.
Salah satu yang mendapat perhatian khusus Brigjen Farouk adalah program sumur bor, program unggulan Panglima TNI dalam kerangka TNI Manunggal Air Bersih. Ia memberikan arahan teknis yang tegas: sumber air yang diambil harus berasal dari kedalaman, bukan lapisan permukaan yang rawan kering. Sebelum pengeboran dilaksanakan, uji geolistrik wajib dilakukan untuk memastikan kedalaman dan volume air yang optimal.
”Kita harapkan air yang diambil benar-benar bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat,” tegasnya.
TMMD ke-128 sendiri bukan program tunggal Bekasi. Kegiatan ini berlangsung serentak di 56 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, digelar setiap tiga bulan sekali secara bergantian oleh masing-masing Kodam. Skala nasional itu menjadikan apresiasi Wasev Mabesad terhadap Bekasi memiliki bobot yang signifikan di antara puluhan daerah pelaksana lainnya.
Brigjen Farouk juga menegaskan prinsip yang tidak bisa ditawar dalam setiap TMMD, pekerjaan harus selesai meski waktu resmi telah berakhir. Tidak ada kompromi atas tanggung jawab yang sudah dimulai.
Anggaran operasional prajurit ditanggung penuh Angkatan Darat, sementara biaya konstruksi fisik menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sebuah pola sinergi yang membuktikan bahwa pembangunan desa bukan beban satu pihak saja.
Di luar tembok dan cor beton, ada sesuatu yang lebih dalam yang tumbuh di lokasi TMMD Bekasi. Para prajurit memilih tinggal bersama warga di sekitar lokasi kerja, bukan kembali ke barak. Mereka makan, beristirahat, dan bergotong royong bersama masyarakat setiap hari. Kemanunggalan TNI dan rakyat hadir bukan sebagai slogan, melainkan sebagai kenyataan yang terasa hangat di setiap sudut kampung.



Brigjen Farouk menutup kunjungannya dengan pesan sederhana namun sarat makna bagi warga Bekasi. “Yang dibangunkan rumahnya, benar-benar dimanfaatkan. Kalau ada yang kurang, laporkan.” Sebuah garansi dari negara, diucapkan langsung oleh seorang Jenderal di hadapan rakyatnya. (*)













