⚡ BREAKING

Babinsa Rajeg Cek Harga Sembako Pasca Lebaran, Relatif Stabil

Babinsa Rajeg Cek Harga Sembako Pasca Lebaran, Relatif Stabil

Tigaraksa | KARONESIA.COM  – Harga kebutuhan pokok pasca Lebaran menjadi perhatian serius aparat teritorial, terutama untuk menjaga daya beli masyarakat tetap stabil. Di Kabupaten Tangerang, Babinsa turun langsung ke pasar guna memastikan kondisi harga tetap terkendali dan tidak membebani warga.

‎Babinsa Desa Lembangsari, Koramil 12/Rajeg, Kodim 0510/Tigaraksa, Serma Toni Yuda Saputra melakukan pengecekan langsung harga sembako di Pasar Tradisional Kukun, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Minggu (29/3/2026). Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap potensi lonjakan harga usai momentum Idul Fitri.

‎Ia menyusuri kios-kios pedagang, berdialog langsung, serta mencatat perkembangan harga berbagai kebutuhan pokok. Mulai dari beras, gula, minyak goreng, telur, hingga komoditas hortikultura seperti cabai, sayur, dan buah menjadi fokus pemantauan.

‎“Pengecekan ini kami lakukan untuk memantau perkembangan harga kebutuhan masyarakat secara langsung di lapangan,” ujar Serma Toni Yuda Saputra saat ditemui di lokasi.

‎Selain memantau, Babinsa juga mengingatkan pedagang agar tidak menaikkan harga secara sepihak di luar kebijakan pemerintah. Menurutnya, stabilitas harga menjadi kunci menjaga ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya setelah pengeluaran meningkat selama Lebaran.

‎“Harus diwaspadai jika ada oknum pedagang yang menaikkan harga tanpa mengikuti kebijakan pemerintah pasca Idul Fitri,” tegasnya.

‎Dari hasil pemantauan, sebagian besar harga kebutuhan pokok masih berada dalam kondisi stabil. Meski ditemukan beberapa komoditas mengalami kenaikan, nilainya dinilai masih dalam batas wajar dan tidak signifikan memengaruhi pasar secara keseluruhan.

‎“Sesuai pantauan, rata-rata harga sembako masih stabil. Ada kenaikan pada beberapa komoditas, tapi masih dalam batas kewajaran,” lanjutnya.

‎Fenomena ini sejalan dengan pola tahunan pasca Lebaran, di mana fluktuasi harga kerap terjadi akibat meningkatnya permintaan sebelum hari raya, lalu berangsur normal setelahnya. Kehadiran aparat di lapangan menjadi faktor penting untuk menjaga keseimbangan tersebut tetap terkendali.

‎Bagi masyarakat, kondisi harga yang relatif stabil memberikan rasa tenang di tengah pemulihan ekonomi rumah tangga setelah periode konsumsi tinggi selama Lebaran. Stabilitas ini juga menjadi indikator bahwa distribusi barang dan stok kebutuhan pokok berjalan cukup baik di tingkat lokal.

‎Kegiatan monitoring seperti ini tidak hanya bersifat pengawasan, tetapi juga menjadi bentuk nyata peran TNI dalam mendukung stabilitas ekonomi daerah. Dengan interaksi langsung antara aparat dan pedagang, potensi penyimpangan harga dapat ditekan sejak dini.

‎Ke depan, Babinsa memastikan pemantauan akan terus dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi potensi gejolak harga, terutama pada komoditas yang rentan mengalami fluktuasi.

‎Situasi pasar yang masih terkendali pasca Lebaran menjadi sinyal positif bahwa roda ekonomi masyarakat tetap berjalan stabil, dengan pengawasan aktif dari aparat di lapangan.(*)

Karonesia
  • Penulis: Redaksi KARONESIA.COM
  • Editor: Lingga
Bagikan Artikel Ini
Informasi terpercaya dari karonesia.com
Redaksi Karonesia
Redaksi Karonesia
Articles: 7045

Artikel Populer