PSHT Diharapkan Jadi Pelopor Persatuan dan Stabilitas Nasional
MADIUN | KARONESIA.COM – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) didorong mengambil peran strategis sebagai pelopor persatuan dan kesatuan bangsa. Langkah ini sejalan dengan besarnya basis massa organisasi yang tidak hanya tersebar di seluruh Indonesia, tapi juga hingga mancanegara.
Pesan tersebut disampaikan Kasipers Kasrem 081/DSJ Mayor Cke Kasihono saat menghadiri pengukuhan Pengurus Pusat dan Lembaga Pusat PSHT yang dirangkaikan dengan acara halal bihalal di Padepokan Agung PSHT, Kota Madiun, Sabtu (28/3/2026).
Kasihono menilai, sebagai salah satu perguruan pencak silat terbesar di Tanah Air, PSHT memiliki kekuatan sosial yang sangat berpengaruh. Potensi besar ini, menurut dia, harus diarahkan untuk memperkokoh kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Basis massa PSHT ini sangat luas, bahkan sudah menyebar sampai ke luar negeri. Harapan kami, perguruan ini bisa menjadi pelopor agar persatuan dan kesatuan bangsa semakin kokoh,” ujarnya usai acara.
Ia menegaskan, peran PSHT tidak hanya berhenti pada pembinaan olahraga bela diri. Organisasi ini juga menyumbangkan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas wilayah, terutama di kawasan Madiun Raya yang selama ini dikenal sebagai salah satu basis terkuatnya.
Menurut dia, keamanan dan ketertiban di suatu daerah tidak bisa berjalan maksimal tanpa keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan seperti PSHT. Karena itu, ia mengajak seluruh anggota untuk terus menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kasihono juga mengingatkan pentingnya bersikap bijak menyikapi berbagai dinamika sosial. Ia meminta seluruh warga PSHT tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah kebersamaan.
Ajakan ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Informasi menyebar sangat cepat, terutama di media sosial. Tanpa penyikapan yang matang, berbagai konten yang beredar justru bisa memicu gesekan antar kelompok masyarakat.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat untuk menciptakan situasi yang kondusif. Kolaborasi antar berbagai pihak ini menjadi kunci utama menjaga keamanan yang berkelanjutan.
“Kondusivitas yang tercipta di Madiun Raya saat ini tentu tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak, termasuk rekan-rekan dari PSHT. Untuk itu, mari kita jaga, pertahankan, dan terus tingkatkan sinergi ini ke depannya,” kata dia.
Ia menambahkan, kerja sama yang terjalin baik akan memberikan dampak langsung, yakni terciptanya lingkungan yang aman, damai, dan harmonis bagi seluruh warga.
Acara pengukuhan pengurus dan halal bihalal ini juga menjadi momentum penting bagi konsolidasi internal PSHT. Melalui kegiatan ini, organisasi ingin memperkuat perannya, tidak hanya sebagai wadah pembinaan bela diri, tapi juga sebagai pilar sosial yang menjaga persatuan bangsa.
Dengan jaringan anggota yang luas dan solid, PSHT memiliki posisi strategis untuk mempererat kohesi sosial. Hal ini terutama sangat berarti di daerah-daerah yang masyarakatnya memiliki latar belakang yang beragam.(*)














