TNI Perketat Patroli di Titik Wisata Tangerang Pasca Lebaran
Tangerang (KARONESIA.COM) – Lonjakan pengunjung di kawasan wisata dan kuliner Tangerang pasca Lebaran memicu kewaspadaan aparat. Sejak Selasa (24/3/2026), Babinsa dari Koramil 02/Batuceper dan Koramil 07/Pondok Aren turun langsung melakukan patroli di sejumlah titik keramaian.
Patroli Babinsa Tangerang ini menyasar lokasi yang ramai dikunjungi warga selama libur Lebaran. Kawasan kuliner menjadi fokus utama, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat yang memanfaatkan waktu liburan bersama keluarga.
Kondisi ini tidak lepas dari potensi kerawanan. Kerumunan pengunjung kerap membuka celah gangguan keamanan, mulai dari pencopetan hingga konflik kecil antarindividu. Itulah mengapa aparat memilih langkah preventif dengan meningkatkan kehadiran di lapangan.
Tak hanya berpatroli, Babinsa juga berinteraksi langsung dengan para pengunjung. Mereka menyapa wisatawan, sekaligus memberikan imbauan agar tetap menjaga keamanan bersama.
Perwira Seksi Operasi Kodim 0506/Tangerang, Mayor Inf Heru Susanto, menegaskan pendekatan persuasif menjadi bagian penting dalam patroli tersebut.
“Babinsa menyapa para pengunjung dan mengingatkan bahwa keamanan harus kita jaga bersama. Ini menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” ujar Heru.
Selain itu, aparat juga menggandeng petugas keamanan setempat untuk memperluas jangkauan pengawasan. Kolaborasi ini dinilai efektif dalam menciptakan rasa aman di tengah tingginya mobilitas warga.
Di sisi lain, masyarakat diminta tidak hanya bergantung pada aparat. Peran lingkungan tetap krusial, terutama dalam menjaga keamanan di wilayah permukiman.
Heru juga mengimbau warga untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan atau siskamling. Langkah ini dianggap penting untuk mencegah potensi kriminalitas, terutama di kawasan yang ditinggal pemiliknya selama mudik.
Situasi ini tidak bisa dianggap remeh. Lonjakan aktivitas pasca Lebaran selalu diiringi risiko keamanan yang meningkat.
Karena itu, kewaspadaan harus dijaga. Bukan hanya oleh aparat, tetapi oleh semua warga. (*)














